Idi (ANTARA Aceh) - Pengusaha sukses asal Aceh di luar negeri yang kini bergabung dalam "Aceh Bussiness Community (Abicomm)" mulai melirik berbagai potensi alam di Kabupaten Aceh Timur.
Asisten II Setdakab Aceh Timur Usman A Rachman saat dihubungi di Idi, Ibukota Kabupaten Aceh Timur, Selasa mengatakan, para pengusaha luar negeri asal Aceh tersebut tertarik dengan potensi di daerah ini.
Pengurus yang datang ke Aceh Timur pada 19 September lalu itu dipimpin oleh Ketua Umum Abicomm Suriadin Noernikmat dan Ketua Pembina Abicomm, H Irfan Mutyaram.
Usman menyatakan, berbagai potensi alam yang dimiliki Aceh Timur, baik di bidang kelautan dan perikanan, bidang perkebunan dan kehutanan serta bidang pertanian, tanaman pangan dan holtikultura.
Keseluruhan bidang tersebut dinilai mampu menyejahterakan 400.000 jiwa lebih masyarakat Aceh Timur yang berdomisili di 24 kecamatan.
"Jika mampu kita kelola bidang ini menjadi bahan dan barang jadi, maka kita yakin ke depan Aceh Timur semakin baik dan sejahtera. Artinya, Aceh Timur hari ini butuh investasi luar yang benar-benar mendirikan industri dan mampu mengolah bahan baku untuk dipasarkan di Aceh dan luar Aceh," kata Usman.
Menurut dia, berbagai potensi Aceh Timur hingga saat ini diangkut ke luar Aceh dan diprosuksi di Sumatera Utara, seperti kelapa sawit, coklat, pinang dan lainnya.
Jika para pengusaha yang tergabung dalam Abicomm tersebut mampu mengolah bahan baku ini di Aceh Timur dan dipasarkan ke luar Aceh, termasuk ke luar negeri melalui Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Idi, maka lapangan kerja semakin lebar dan ekonomi masyarakat semakin meyakinkan, katanya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, kata Usman, pihaknya sangat mendukung keinginan pengusaha asal Aceh yang telah berhasil kembali ke Aceh untuk membangun Aceh secara menyeluruh di bidangnya masing-masing.
"Pintu investasi terbuka lebar di Aceh Timur, siapapun yang memiliki keinginan baik membangun Aceh, maka kami sangat siap mendukungnya. Artinya, mari sama-sama kita membangun Aceh Timur dan kesejahteraan rakyat," katanya.
Asisten II Setdakab Aceh Timur Usman A Rachman saat dihubungi di Idi, Ibukota Kabupaten Aceh Timur, Selasa mengatakan, para pengusaha luar negeri asal Aceh tersebut tertarik dengan potensi di daerah ini.
Pengurus yang datang ke Aceh Timur pada 19 September lalu itu dipimpin oleh Ketua Umum Abicomm Suriadin Noernikmat dan Ketua Pembina Abicomm, H Irfan Mutyaram.
Usman menyatakan, berbagai potensi alam yang dimiliki Aceh Timur, baik di bidang kelautan dan perikanan, bidang perkebunan dan kehutanan serta bidang pertanian, tanaman pangan dan holtikultura.
Keseluruhan bidang tersebut dinilai mampu menyejahterakan 400.000 jiwa lebih masyarakat Aceh Timur yang berdomisili di 24 kecamatan.
"Jika mampu kita kelola bidang ini menjadi bahan dan barang jadi, maka kita yakin ke depan Aceh Timur semakin baik dan sejahtera. Artinya, Aceh Timur hari ini butuh investasi luar yang benar-benar mendirikan industri dan mampu mengolah bahan baku untuk dipasarkan di Aceh dan luar Aceh," kata Usman.
Menurut dia, berbagai potensi Aceh Timur hingga saat ini diangkut ke luar Aceh dan diprosuksi di Sumatera Utara, seperti kelapa sawit, coklat, pinang dan lainnya.
Jika para pengusaha yang tergabung dalam Abicomm tersebut mampu mengolah bahan baku ini di Aceh Timur dan dipasarkan ke luar Aceh, termasuk ke luar negeri melalui Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Idi, maka lapangan kerja semakin lebar dan ekonomi masyarakat semakin meyakinkan, katanya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, kata Usman, pihaknya sangat mendukung keinginan pengusaha asal Aceh yang telah berhasil kembali ke Aceh untuk membangun Aceh secara menyeluruh di bidangnya masing-masing.
"Pintu investasi terbuka lebar di Aceh Timur, siapapun yang memiliki keinginan baik membangun Aceh, maka kami sangat siap mendukungnya. Artinya, mari sama-sama kita membangun Aceh Timur dan kesejahteraan rakyat," katanya.
Pewarta: Pewarta : Syifa: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.