Subulussalam (ANTARA Aceh) - Kondisi jembatan utama yang berada di Desa Sikelondang, Kecamatan Simpang Kiri, yang menghubungkan ke Kecamatan Runding dan Longkip, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, sampai saat ini baru bisa dilintasi kendaraan roda dua, setelah sebelumnya amruk akibat banjir.
     
Camat Simpang Kiri, Jhoni Arizal yang dihubungi di Subulussalam, Minggu mengatakan, kondisi jembatan belum bisa dilintasi kendaraan roda empat, karena jembatan darurat hanya dua batang kelapa dan dua batang kayu untuk sepedamotor.
     
"Sementara mobil kalau ingin lewat harus memutar melalui Desa Suka Makmur tapi itu sangat jauh," kata Jhoni.
     
Jhoni menambahkan bahwa hasil konsultasi dengan Dinas Pekerjaan Umum setempat diperoleh informasi bahwa pihak dinas sudah melaporkan kerusakan jembatan ke Provinsi Aceh terkait penyebab dan kondisi jembatan yang saat ini belum bisa dilintas kendaraan roda empat.
     
"Itu kan jalan provinsi jadi sudah dilaporkan, supaya bisa mengirimkan jembatan darurat. Karena kasihan dua kecamatan ini menjadi terisolir karena sulitnya akses ke sana pasca jembatan ini ambruk," papar Jhoni.
     
Pantauan di lapangan, belum ada terlihat perbaikan terhadap kondisi jembatan yang merupakan akses satu-satunya menuju Runding dan Longkib. Kecuali hanya jembatan darurat dari pohon kelapa yang berada di sisi kanan jembatan menuju Runding.
     
Warga tampak hati-hati melewati pohon kelapa yang licin akibat lumuran lumpur pascahujan melanda daerah itu. Sebagai pengendara terutama yang perempuan tidak berani karena takut terpeleset dan jatuh ke kali.
     
Beruntung di lokasi tersebut ada puluhan warga setempat secara sukarela membantu warga untuk melintasi jembatan dari pohon kelapa tersebut. Kondisi akses jalan yang becek dan berlumpur menyebabkan sepeda motor sulit melintas dan harus didorong sejumlah warga.
     
"Susah sekali melintas, karena sehabis melewati jembatan dari pohon kelapa harus melewati lumpur pula. Jadi, kendaraan harus didorong supaya bisa jalan,"‎ ungkap pengguna jalan, Khairul.



Pewarta: Pewarta : Anwar
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026