Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Minat warga Kabupaten Aceh Utara untuk menanam pohon mangga meningkat yang ditandai banyaknya mereka yang membeli bibit.
Saifuddin, penjual bibit mangga di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Minggu mengatakan, betbagai jenis bibit mangga unggulan ramai dilirik masyarakat, seperti mangga golek, endog, madu dan mangga kweni.
"Pembeli bukan hanya warga di sekitar, tetapi ada juga yang dari luar kecamatan ini, bahkan ada yang datang dari Kota Lhokseumawe," kata Saifuddin.
Tambahnya, tanaman mangga umumnya ditanami di pekarangan rumah sebagai pohon pekarangan dan ada juga yang dibudidayakan secara khusus sebagai salah satu usaha perkebunan.
Sementara itu, mengenai harga sangat tergantung dari ukuran batang, mulai dari harga Rp20 ribu hingga ada yang mencapai Rp200 ribu/batang.
"Harga sangat tergantung dari pilihan tentang jenis mangga apa yang dibeli, harganya pun bervariasi dan sesuai dengan ukurannya, kalau yang berkuran kecil tentu harganya rendah," ujarnya.
Selain menyediakan bibit mangga, dirinya juga menyediakan bibit tanaman lainnya seperti jambu dan rambutan.
Sesebagian besar bibit jenis tanaman itu didatangkan dari Binjai, Sumatera Utara. Namun ada juga yang berasal dari hasil pengembangan bibit lokal.
"Untuk sekali pemesanan bibit tanaman dari luar Aceh, mencapai 400 jenis bibit. Baik bibit mangga maupun bibit jenis tanaman produktif lainnya," ungkap Saifuddin.
Sebutnya lagi, minat pembeli terhadap bibit tanaman produktif tersebut, tidak selamanya ramai. Namun sebagai penjual, dirinya harus selalu merawat tanaman supaya kualitasnya tetap terjaga dengan baik.
Saifuddin, penjual bibit mangga di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Minggu mengatakan, betbagai jenis bibit mangga unggulan ramai dilirik masyarakat, seperti mangga golek, endog, madu dan mangga kweni.
"Pembeli bukan hanya warga di sekitar, tetapi ada juga yang dari luar kecamatan ini, bahkan ada yang datang dari Kota Lhokseumawe," kata Saifuddin.
Tambahnya, tanaman mangga umumnya ditanami di pekarangan rumah sebagai pohon pekarangan dan ada juga yang dibudidayakan secara khusus sebagai salah satu usaha perkebunan.
Sementara itu, mengenai harga sangat tergantung dari ukuran batang, mulai dari harga Rp20 ribu hingga ada yang mencapai Rp200 ribu/batang.
"Harga sangat tergantung dari pilihan tentang jenis mangga apa yang dibeli, harganya pun bervariasi dan sesuai dengan ukurannya, kalau yang berkuran kecil tentu harganya rendah," ujarnya.
Selain menyediakan bibit mangga, dirinya juga menyediakan bibit tanaman lainnya seperti jambu dan rambutan.
Sesebagian besar bibit jenis tanaman itu didatangkan dari Binjai, Sumatera Utara. Namun ada juga yang berasal dari hasil pengembangan bibit lokal.
"Untuk sekali pemesanan bibit tanaman dari luar Aceh, mencapai 400 jenis bibit. Baik bibit mangga maupun bibit jenis tanaman produktif lainnya," ungkap Saifuddin.
Sebutnya lagi, minat pembeli terhadap bibit tanaman produktif tersebut, tidak selamanya ramai. Namun sebagai penjual, dirinya harus selalu merawat tanaman supaya kualitasnya tetap terjaga dengan baik.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.