Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Anggota Komisi III DPR RI M Nasir Djamil menyambut baik kehadiran pabrik semen yang akan dibangun PT Semen Indonesia di kawasan Kecamatan Batee dan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, karena bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Di sela-sela acara dengan pendapat di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Kamis, ia mengatakan pembagunan pabrik semen tersebut sudah lama digagas PT Semen Indonesia dan baru tahun ini akan terealisasi.
"Lambannya pembagunan pabrik semen itu bukan masalah sumber daya alam atau pun masalah bahan baku tapi bagaimana cara kita memberi keamanan dan kenyamanan bagi investor serta tidak ada pajak nanggroe," katanya.
Menurutnya, pengutipan pajak nanggroe (liar) bisa menjadi dampak buruk bagi pertumbuhan investasi di Aceh, sehingga perlu dipastikan praktek tersebut tidak berlaku di lapangan.
Ia menambahkan, terkait memperkerjakan orang masyarakat setempat pada perusahaan yang akan dibangun, tetap harus memiliki kemampuan dan kualifikasi sesuai kebutuhan perusahaan itu.
"Jika memang dia memenuhi kualifikasi maka tempatkan di bagian sesuai kemampuanya, jangan sampai dipaksa duduk di bagian yang tidak dipahaminya," kata politisi PKS itu.
Ia juga mengingatkan agar jangan sampai ada orang-orang yang memiliki akses dengan perusahaan tersebut memaksa orang-orangnya yang tidak memiliki kemampuan untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Ia juga berharap agar Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota bisa memberi jaminan keamanan kepada seluruh investor, sehingga upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru terwujud.
"Keamanan sebuah kawasan merupakan kunci utama dalam menarik investor untuk berinvestasi di berbagai sektor ekonomi di setiap daerah," katanya.
Nasir menjelaskan setiap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus bisa memastikan investor yang menanamkan modalnya di berbagai sektor di Aceh dapat berjalan dengan aman, tanpa adanya gangguan.
"Artinya, apa bila rasa nyaman dan aman tidak diperoleh oleh investor di setiap kawasan, mereka akan angkat kaki," katanya.
Menurut dia, kalangan investor juga akan berpikir panjang untuk berinvestasi di Aceh, apa bila ada pengutipan di luar dari pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Berbagai kegiatan yang dapat menghambat investasi harus dapat segera di atasi oleh pemerintah, sehingga akan banyak investor yang akan menanamkan modalnya di Aceh," katanya.
Di sela-sela acara dengan pendapat di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Kamis, ia mengatakan pembagunan pabrik semen tersebut sudah lama digagas PT Semen Indonesia dan baru tahun ini akan terealisasi.
"Lambannya pembagunan pabrik semen itu bukan masalah sumber daya alam atau pun masalah bahan baku tapi bagaimana cara kita memberi keamanan dan kenyamanan bagi investor serta tidak ada pajak nanggroe," katanya.
Menurutnya, pengutipan pajak nanggroe (liar) bisa menjadi dampak buruk bagi pertumbuhan investasi di Aceh, sehingga perlu dipastikan praktek tersebut tidak berlaku di lapangan.
Ia menambahkan, terkait memperkerjakan orang masyarakat setempat pada perusahaan yang akan dibangun, tetap harus memiliki kemampuan dan kualifikasi sesuai kebutuhan perusahaan itu.
"Jika memang dia memenuhi kualifikasi maka tempatkan di bagian sesuai kemampuanya, jangan sampai dipaksa duduk di bagian yang tidak dipahaminya," kata politisi PKS itu.
Ia juga mengingatkan agar jangan sampai ada orang-orang yang memiliki akses dengan perusahaan tersebut memaksa orang-orangnya yang tidak memiliki kemampuan untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Ia juga berharap agar Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota bisa memberi jaminan keamanan kepada seluruh investor, sehingga upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru terwujud.
"Keamanan sebuah kawasan merupakan kunci utama dalam menarik investor untuk berinvestasi di berbagai sektor ekonomi di setiap daerah," katanya.
Nasir menjelaskan setiap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus bisa memastikan investor yang menanamkan modalnya di berbagai sektor di Aceh dapat berjalan dengan aman, tanpa adanya gangguan.
"Artinya, apa bila rasa nyaman dan aman tidak diperoleh oleh investor di setiap kawasan, mereka akan angkat kaki," katanya.
Menurut dia, kalangan investor juga akan berpikir panjang untuk berinvestasi di Aceh, apa bila ada pengutipan di luar dari pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Berbagai kegiatan yang dapat menghambat investasi harus dapat segera di atasi oleh pemerintah, sehingga akan banyak investor yang akan menanamkan modalnya di Aceh," katanya.
Pewarta: Pewarta : Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.