Aceh Besar (Antara Aceh) - Tim Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Aceh melakukan peninjauan, evaluasi dan penilaian Desa Kerajinan bordir pakaian di Desa Reudep, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Selasa.
Penilaian gampong (desa) kerajinan yang turut dihadiri Ketua Dekranasda Aceh Besar Lissiani M Djuned dan Wakil Ketua Nazriati di pimpin oleh Amir Syarifuddin itu merupakan ketua Tim penilaian dari tingkat provinsi.
"Potensi pengrajin yang ada di Gampong Reudep patut mendapat apresiasi dalam memajukan usaha bordir," kata Amir Syarifuddin di sela-sela penilaian gampong tersebut.
Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar harus terus memotivasi para pengrajin yang mayoritas merupakan kaum wanita untuk terus berkarya dan memberikan hasil terbaik guna meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan kelompok serta keluarga masing-masing.
"Kami minta instansi terkait agar dapat melakukan pembinaan secara berkelanjutan, sebab Aceh Besar memiliki prospek cerah dalam bidang kerajinan bordir," katanya.
Kadisperindagkop dan UKM Aceh Besar, Taufiq mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memajukan dan memberdayakan para pengrajin agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
"Kami berharap Gampong Reudeup dapat meraih prestasi terbaik sehingga bisa membawa harum nama daerah serta kerajinan bordir pakaian yang mereka geluti juga makin berkembang dan maju," katanya.
Ketua Dekranasda Aceh Besar Lissiani M Djuned mengatakan usaha kerajinan bordir di kabupaten Aceh Besar terus berkembang dan khusus untuk Gampong Reudep jumlah perajin ada 91 orang yang tergabung dalam 13 kelompok usaha kerajinan.
Pihaknya bersama Disperindagkop dan UKM terus berupaya memajukan para pengrajin dengan berbagai pembinaan dan bantuan usaha, sehingga produk yang dihasilkan dapat terkenal dan diminati pasar, baik di Aceh maupun luar Aceh.
"Kami berharap Pemerintah Aceh melalui Dekranasda Provinsi Aceh untuk tidak hanya sebatas penilaian dan pemberian bantuan, namun juga mencakup pelatihan dan promosi hasil produksi sehingga gampong kerajinan ini menjadi mandiri dan upaya menyejahterakan perajin akan tercapai di masa mendatang," demikian kata Lissiani yang juga istri Bupati Aceh Besar itu.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.