Meulaboh (ANTARA Aceh)- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengadakan seminar nasional memperingati dies natalis dua tahun penegerian kampus tersebut.

Ketua STAIN TD Meulaboh, Dr Syamsuar M.Ag di Meulaboh, Senin, mengatakan, diusia kampus yang baru dua tahun menyandang status negeri itu telah berkontribusi cukup besar dalam semua kegiatan sosial masyarakat.

"Hadirnya perguruan tinggi negeri ini merupakan harapan kita bersama dan tidak terlepas dari perjuangan semua pihak. Akhirnyapada 19 September 2014 lalu perubahan status dari PTAIS menjadi PTAIN," sebutnya.

Hal itu disampaikan dalam sambutanya pada seminar nasional yang diadakan usai pembukaan rapat senat dies natalis di aula utama kampus STAIN TD Meulaboh, dengan tema Pendidikan Karakter Sebagai Jawaban Pendidikan Masa Depan ini, seminar itu diisi oleh tiga guru besar Indonesia dan perwakilan Kementrian Agama RI.

Ia menjelaskan, sejumlah kegiatan lain telah dilaksanakan seperti debat Bahasa Inggris dan Bahasa Arab pelajar, Sosialisasi Syariat Islam, gotong royong, talk show di RRI Meulaboh, pengiriman khatib Jum'at ke Masjid di Aceh Barat.

Dia menjelaskan, pengembangan STAIN Meulaboh menjadikan fungsinya sebagai pusat kajian Islam lokal akan terus ditingkat yang diharapkan secara berkelanjutan akan berpengaruh pada tingkat regional, nasional bahkan international.

"Pengembangan yang demikian akan memacu tumbuhnya kembali kekuatan persatuan umat islam nusantara. Selain berdampak positif bagi perkembangan ilmu keislaman juga mendorong solidaritas nasional memperkokoh integrasi bangsa," sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kehadiran kampus tersebut diyakini akan melahirkan kebanggaan di kalangan umat Islam di Aceh secara umum sebagai filter dalam menyikapi berbagai persoalan dihadapi umat Islam di daerah itu.

Menganalisa perkembangan kehidupan masyarakat Aceh dan perguruan tinggi agama Islam terhadap pelaksanaan syariat sudah selayaknya menjadi pihak yang berada di garis terdepan dalam mengsosialisasikan penerapan syariat Islam secara kaffah.

Ia menyebutkan, relasi kampus tersebut bahkan sudah sampai ke Pulau Jawa, Sumatera dan Luar Negeri seperti Uniza Tringganu Malaysia, dan University Wuhan Tingkok, beberapa alumni STAIN melanjutkan pendidikan disana.

"Para alumninya sudah ribuan orang yang bekerja di pemerintah maupuan di lembaga-lembaga non pemerintah. Selanjutnya kita berharap langkah menuju IAIN Meulaboh terwujud pada 2019," katanya menambahkan.

Acara dies natalis sekaligus seminar nasional itu dihadiri tiga guru besar seperti pendidikan seperti Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Nasir Budiman, MA, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Prof. Dr. Amroeni Drajat, M.Ag UIN Sumatera Utara.



Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026