Meulaboh (ANTARA Aceh) - Kepolisian Resor Aceh Barat memetakan setidaknya 20 tempat pemungutan suara (TPS) sebagai lokasi rawan gangguan keamanan dan ketertiban saat pilkada di wilayahnya.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho di Meulaboh, Rabu, mengatakan, pihaknya telah meminta tambahan pasukan bawah kendali operasi (BKO) ke Mabes Polri untuk meningkatkan kekuatan pengamanan.

"Nanti apabila sudah mendekati masa pencoblosan itu kami tingkatkan. Kami telah minta (ke Mabes Polri), tapi yang mengatur Polda Aceh. Untuk sementara proses tahapan berlangsung ini BKO bergeser dari Kompi Brimob di Nagan Raya," katanya usai gelar pasukan di Lapangan Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat.

Apel gabungan itu diikuti oleh 300 anggota Polri, 60 anggota Brimob dan TNI-AD, serta unsur pengamanan dari pemerintah daerah.

Teguh menjelaskan, gelar pasukan itu untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung.

Dia menyampaikan, di wilayah hukum Polres Aceh Barat terdapat 418 TPS tersebar di 12 kecamatan yang terdiri dari tiga kriteria, pertama TPS aman, kedua TPS rawan dan ketiga TPS sangat rawan.

Penempatan pengamanan disesuaikan dengan kriteria itu.

"Jumlah seluruhnya 418 TPS, sementara titik yang rawan itu ada sekitar 20 TPS yang akan mendapat pengamanan berbeda. Kerawanan itu bisa kita lihat dari faktor geografis kemudian faktor tindak pidana yang terjadi dan sebagainya," ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres AKBP Teguh P Nugroho menyampaikan, untuk total pasukan yang akan dikerahkan sesuai ketentuan yakni 2/3 kekuatan dari jumlah pasukan Polres Aceh Barat atau sekitar 300 personel, serta ditambah BKO dari TNI dua peleton.

Dalam amanat yang disampaikan pada apel tersebut Teguh menegaskan,  semua unsur yang terlibat sebagai tim pengamanan baik TNI maupun Polri untuk tetap bersikap netral atau tidak memihak.

Sekalipun anggota Polri tersebut di BKO untuk tugas khusus seperti pengamanan tertutup melekat 24 jam, baik itu calon bupati dan wakil bupati setelah ditetapkan dan memiliki nomor urut paslon oleh pihak penyelenggara yakni KIP setempat.

"Kami mengharapkan dari unsur pengamanan baik TNI, Polri itu bersikap netral, tidak memihak, semua harus bersikap netral walaupun di BKO melaksanakan pengamanan  tertutup pada masing masing pasangan calon," katanya.

Pilkada Kabupaten Aceh Barat diikuti tiga pasangan calon yakni nomor urut satu adalah Alaidinsyah dan Kamaruddin yang diusung partai politik nasional PAN, Golkar, Demokrat, PPP, PDIP, PKB, PKS, dan Nasdem.

Kemudian, nomor urut dua yakni Ramli MS dan Banta Puteh Syam diusung Partai Aceh (PA) dan nomor urut tiga Fuad Hadi dan Muhammad Arief yang maju lewat jalur perseorangan (independen).



Pewarta: Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026