Blangpidie (ANTARA Aceh) - Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman memastikan bahwa tidak ada anggotanya yang memihak ke salah satu pasangan calon pada Pilkada serentak 2017 di Provinsi Aceh.

"Saya telah memerintahkan kepada semua prajurit TNI di lapangan harus netral," katanya di sela-sela acara silaturahmi dengan tokoh masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di Blangpidie, Minggu.

Jenderal berbintang dua itu mengatakan pengalaman pahit TNI dihujat hingga hilang kepercayaan masyarakat mencapai 20 persen pada masa lampau, agar tidak pernah terulang lagi di masa sekarang.

Karena, lanjutnya, tatkala TNI miring atau memihak dalam pilkada tentu, maka bencana yang ada. Apalagi TNI pernah merasakan itu dan semua mengetahui di bawah tahun 1998 dulu TNI tidak netral dalam pemilihan umum.

"Setelah 1998, TNI melakukan reformasi, semua struktur yang terkait dengan politik dibubarkan dan lambat laun sampai akhir 2016 ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan secara metode dan ilmiah oleh beberapa lembaga terkenal, Alhamdulillah 99 persen masyarakat kembali percaya pada TNI," katanya.

Disebutkan, kembalinya kepercayaan masyarakat kepada TNI merupakan sebuah kemajuan, dan sudah dua kali dibuktikan, baik pada saat pemilihan anggota legeslatif maupun pada pemilihan kepala negara tidak muncul keterlibatan TNI yang memihak ke kiri ataupun ke kanan.

"Setelah kita teliti rupanya memang kita sudah jauh-jauh meninggalkan politik praktis. Saya jamin TNI netral dan bila ada anggota tidak netral maka jangan segan-segan laporkan, karena saya tidak ingin hanya gara-gara perorangan merusak institusi TNI yang besar ini," katanya.

Pangdam mengimbau kepada semua calon kepala daerah, baik tingkat kabupaten/kota maupun tingkat provinsi agar memberikan pemahaman kepada seluruh pengikut atau simpatisan agar tidak melakukan kegaduhan dan membuat ke anehan dalam pesta demokrasi ini.

"Kalau tujuan kita sama, pemikiran kita sama, saya sangat yakin apa yang kita impikan untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas pada pilkada ini Insyaallah akan kita dapatkan sesuai yang dipilih oleh rakyat," demikian Pangdam Tatang Sulaiman.

Pilkada di Aceh akan diikuti enam pasangan calon gubernur/wakil gubernur dan 86 pasangan calon bupati/wakil bupati dan wali kota wakil wali kota di 20 kabupaten dan kota.



Pewarta: Suprian
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026