Singkil (ANTARA Aceh) - Sedikitnya 16 desa dan ribuan rumah warga di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, terkurung banjir dan sejumlah ruas badan jalan mengalami longsor, akibat hujan yang terus menerus mengguyur wilayah itu.

Pantauan wartawan di Singkil, Rabu, desa yang terendam merata di Kecamatan Singkil yakni, Kampong Kilangan,  Ujung, Suka makmur, Kuta simboling, Kampong Pasar, Pulo Sarok, Trandas Siti Ambia,  Trandas  Teluk Ambun,  Trandas Takal Pasir, Selok Aceh,  Ujung Bawang, Pea Bumbung, Pemuka, Suka Dame, Teluk Rumbia dan Kampong Ranto Gedang.

Banjir merendam ribuan rumah dan ruas badan jalan di Ibu Kota Kabupaten Aceh Singkil yang berada di pesisir pantai barat ujung selatan itu dengan ketinggian selutut hingga satu meter lebih di pekarangan rumah warga.

Akibatnya sebagian warga mulai mengungsi ke rumah saudara, maupun masjid-masjid yang datarannya lebih tinggi, karena banjir susulan kali ini lebih besar dari sebelum seminggu yang lalu.
         
Banjir selama tiga hari terakhir yang melanda di wilayah Kecamatan Singkil juga diperparah padamnya listrik siang dan malam, akibat rubuhnya delapan tiang listrik di Muara Pea,  Kecamatan Singkil Utara,  Minggu (27/11), sehingga dua kecamatan itu gelap gulita di malam hari.

Sebagian warga mengeluh tidak adanya penerangan,  karena mereka kewalahan untuk memasak dan mengecas telepon selulernya.

Selain itu,  sejumlah ruas badan jalan nasional dan jembatan penghubung longsor di Ketapang Indah,  Kecamatan Singkil Utara sepanjang empat meter,  sehingga hampir semua jenis kendaraan menuju Kecamatan Singkil lumpuh total.

Sementara ruas badan jalan provinsi,  Singkil-Rimo Kampong Ujung Bawang semakin parah, akses arus transportasi semua jenis kendaraan juga sulit dilalui di ruas badan jalan provinsi itu. Sementara belum ada tanda-tanda genangan banjir akan surut, karena hujan masih turun.

Ruas badan jalan satu lagi yang sudah mulai longsor yakni, jembatan di jalan Bahari Pulo Sarok. Warga mulai memasang tanda pemalang kayu tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

"Jembatan aspal memang terlihat masih bagus,  namun lubang yang menganga di tepi kepala jembatan sudah memanjang dan longsor akibat tergerus kuatnya debit air yang mengalir," kata Dwi, warga Pulo Sarok.

Roda perekonomian perlahan-lahan mulai macet di Kecamatan Singkil, selain aktivitas warga terhambat, stok kebutuhan sembako, air bersih dan bahan bakar minyak (BBM) sudah mulai menipis.

Sementara sejumlah pengungsi berharap pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera memberikan bantuan di setiap kampung,  maupun pos-pos bencana yang telah ditentukan.

Diperkirakan ada empat kecamatan yang terendam di wilayah Kabupaten Aceh Singkil,  diantaranya Kecamatan Singkil,  Gunung Meriah,  Simpang Kanan,  dan Danau Paris.



Pewarta: Khairuman
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026