Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Eksportir kopi Gayo Provinsi Aceh mengharapkan kehadiran petugas karantina pertanian untuk mempercepat proses pengiriman produk ke luar negeri.

Direktur PT Meukat Komoditi Gayo, Iwannitosa Putra di Banda Aceh, Rabu mengatakan selama ini pihaknya mengalami kendala ekspor karena harus mendatangkan petugas karantina dari Lhokseumawe untuk melegalisasi salah satu dokumen ekspor.

"Kadang kita sudah sepakati dengan importir dan kapal angkut juga sudah standby di pelabuhan, namun produk belum bisa dikirim karena masih menunggu proses legalisasi dari petugas karantina pertanian," katanya pada kegiatan World of Coffee Expo yang berlangsung di Budapest- Hungaria.

Ia mengatakan apa bila keterlambatan terjadi akibat ketiadaan waktu petugas karantina, maka biaya akan menjadi bertambah, sebaliknya jika petugas selalu standby di Takengon maka proses ekspor bisa lebih cepat.

Menurut Iwan kehadiran petugas karantina pertanian sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat setempat yang ikut terlibat dalam proses pra-ekspor seperti sortasi dan pekerjaan pemuatan produk sebelum diekspor.

"Sejak Februari 2017 sudah ada 30 kontainer kopi yang telah diekspor langsung tanpa ada loading di pelabuhan," katanya.

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan akan segera membicarakan masalah tersebut dengan Kementerian Pertanian terkait perlunya lembaga atau minimal penempatan petugas karantina pertanian yang standby di Kabupaten Aceh Tengah.




Pewarta: Muhammad Ifdhal
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026