Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bersama Wakil Gubernur Nova Iriansyah telah melakukan sejumlah terobosan dalam 100 hari pemerintahannya.
"Ada beberapa program yang perlu terus ditingkatkan dan mewujudkan progam visi dan misi yang telah dicanangkan oleh Irwandi-Nova," kata Irwandi Yusuf di sela-sela mengawali konferensi pers terobosan 100 hari Pemerintahan Irwandi-Nova di gedung serba guna Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memberikan kesempatan kepada Wagub Nova untuk menjelaskan berbagai terobosan yang telah dicapai selama 100 hari kerja.
"Dari 15 program keutamaan yang telah dicanangkan, ada tiga program unggulan yang menjadi penekanan pada 100 hari pemerintahannya yakni bidang pendidikan (Aceh Carong), Kesehatan (Aceh Seujahtera JKA Plusinfrastruktur (Aceh Seumegot)," kata Wagub.
Ia menjelaskan untuk sektor pendidikan Pemerintah Aceh menambah bantuan pendidikan (beasiswa) senilai Rp61 miliar lebih dari sebelumnya Rp185,6 miliar menjadi Rp247,5 miliar, yang disalurkan untuk 103.148 anak yatim piatu dan anak fakir miskin di Aceh.
"Setiap anak yatim dan fakir miskin, akan menerima dana bantuan pendidikan sebanyak Rp2,4 juta/tahun, sedangkan sebelumnya hanya Rp1,8 juta/tahun. (tambahan Rp600 ribu/orang/tahun)," katanya.
Selanjutnya membangun konektivitas jaringan internet di SMK seluruh kabupaten/kota di Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh bekerja sama dengan industri pelatihan otomotif Innovam Belanda, untuk pelatihan (magang) guru dan siswa SMK.
Kemudian kerja sama peningkatan SDM di bidang Agro (pertanian dan peternakan) ke Korea Selatan (sudah mengirim 21 guru kerjasama magang selama 1 bulan).
Selanjutnya untuk Sektor Kesehatan (Aceh Seujahtera JKA Plus) diantaranya di mana pihaknya melakukan penyederhanaan layanan di mana masyarakat Aceh kini semakin mudah dan cepat saat berobat ke rumah sakit.
"Ini merupakan hasil kebijakan tegas Irwandi - Nova dalam memudahkan prosedur administrasi BPJS Kesehatan, yang dulu aksesnya berbelit-belit (rumit), sekarang sudah sangat mudah dan cepat," katanya.
Ia mengatakan penyederhanaan layanan tersebut ditandai dengan keluarnya Instruksi Gubernur Aceh (Instruksi Gubernur Aceh Nomor 01/INSTR/2017) terkait pembentukan Tim Terpadu, dan menyiapkan petugas registrasi kependudukan on site untuk memudahkan proses registrasi pasien yang belum memiliki KTP/Kartu BPJS di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh.
"Tim terpadu dan lintas sektoral ini mencakup pihak Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Aceh, Dinas Sosial Aceh, dan Dinas Registrasi Kependudukan Aceh," katanya.
Kemudian sektor infrastruktur (Aceh Seumeugot) yakni Pembebasan lahan tol trans sumatera di mana dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) sudah diterima oleh Pemerintah Aceh (melalui Sekda Aceh) yang disampaikan oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I.
Ia mengatakan empat paket rencana pembangunan tol Aceh yang tersambung ke tol Sumut, yaitu Banda Aceh-Sigli 75 Km, Sigli-Lhokseumawe 135 Km, Lhokseumawe-Langsa 135 Km, dan Langsa-Binjai, Sumut 110 Km.
"Pembangunan tol trans sumatera ruas Banda Aceh - Sigli (paket I) akan melintasi dua kabupaten, sepuluh kecamatan dan 78 gampong (desa) dengan panjang jalan mencapai 74 Km. Luas tanah yang diperlukan adalah 857 hektare," katanya.
Ia mengatakan target pembebasan lahan tuntas akhir Oktober 2017, sehingga awal tahun 2018 diharapkan dapat dimulai pekerjaan pembangunan.
"Rencana pelaksanaan proyek ini kita harapkan bisa dilakukan pada akhir tahun 2017 di mana pada waktu bersamaan Bapak Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Aceh," katanya.
Terobosan lainnya juga dilakukan selama 100 hari pada bidang Aceh Seuninya yakni meningkatkan program rumah dhuafa, Aceh Kaya yakni dengan percepatan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.
Selanjutnya Aceh Energi dengan mengatasi krisis listrik di provinsi itu dengan melakukan pertemuan dengan manajemen PT PLN dan mencari solusi terhadap pemadaman listrik yang terjadi di provinsi setempat.
Selanjutnya dari program Aceh energi adalah geothermal Seulawah Agam melakukan kerja sama bidang energi dengan perusahaan asal Turki dan Tiongkok serta melakukan kerja sama beberapa pihak.
Selanjutnya terobosan tersebut juga dilakukan pada program Aceh Pemulia, Aceh Meuadab, Aceh Kreatif, Aceh Siat (sistem informasi Aceh terpadu) dan Aceh Teuga.
"Kami akan bekerja maksimal dan berbagai capaian dan terobosan yang dilakukan oleh Irwandi-Nova akan dilaporakan setiap tiga bulan," kata Nova Iriansyah.
Dalam kegiatan konferensi pers tersebut turut hadir Asisten di lingkungan Setdakab Aceh dan para kepala satuan kerja perangkan Aceh dan juga kepala badan.
Pewarta: Muhammad Ifdhal: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.