"Jika dilihat dari perkembangan laju inflasi selama tahun 2017, kenaikan harga pada Desember merupakan yang tertinggi sepanjang tahun ini yakni secara agregat untuk provinsi sebesar 1,26 persen," kata Kepala BPS Aceh, Wahyudin di Banda Aceh, Selasa.
Ia menjelaskan tingginya inflasi pada bulan tersebut karena masyarakat Aceh memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan melakukan kenduri yang mengakibatkan permintaan bahan makanan meningkat drastis.
"Di Aceh peringatan Maulid dilakukan selama tiga bulan dan dalam bulan tersebut banyak masyarakat Aceh yang melakukan kenduri sehingga terjadi permintaan berbagai kebutuhan," kata Wahyudin.
Ia menyebutkan inflasi pada Desember 2017 untuk Kota Banda Aceh sebesar 1,06 persen, Meulaboh sebesar 1,18 persen dan Lhokseumawe inflasi sebesar 1,69 persen sehingga secara agregat Aceh Inflasi sebesar 1,26 persen.
Menurut dia, harga bahan makanan menjadi penyumbang terbesar terhadap laju inflasi Desember sebesar 4,25 persen dan selanjutnya disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,35 persen.
Ada pun komoditas yang andil bagian besar terhadap laju inflasi Desember 2017 adalah ikan tongkol sebesar 0,3655 persen, cabai rawit sebesar 0,1043 persen, beras sebesar 0,0997 persen dan daging ayam ras sebesar 0,0896 persen.
Dari 82 kota di Indonesia yang dipantau harganya pada Desember 2017, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jaya Pura sebesar 2,28 persen,terendah di Sorong sebesar 0,18 persen dan secara urutan terhadap 82 kota, Lhokseumawe berada pada urutan 3, Meulaboh urutan ke-13 dan Banda Aceh pada posisi ke-19.
Bila dilihat dari 23 kota di Sumatera, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,69 persen dan terendah di kota Metro sebesar 0,23 persen.
Pihaknya berharap pemerintah daerah dan TIm Pemantau Inflasi Daerah (TPID) dapat memberikan perhatian serius terutama dalan mrmantau terhadap harga kebutuhan yang andil besar terhadap kenaikan harga sehingga laju inflasi Aceh dapat terjadi di masa mendatang.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.