Kami akan memberi rekomendasi meskipun tidak langsung lulus tapi tetap mengikuti tahapan jika ada atlet Aceh Besar yang berminat masuk menjadi prajurit TNIJantho (Antaranews Aceh) - Bupati Mawardi Ali menyerahkan bonus sebesar Rp100 juta kepada kontingen Kabupaten Aceh Besar yang meraih juara umum pada Pekan Olah Raga Pelajar (Popda) ke XV di Kabupaten Aceh Tengah, 2 - 8 Mei 2018.
Bupati Aceh Besar menyerakan bonus tersebut dalam acara buka puasa bersama di Sekretariat PORA Aceh Besar, Gani Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (12/6).
Selain memberikan bonus juara umum yang pernah dijanjikan bupati sesaat melepas kontingen Aceh Besar ke Popda Mei lalu, Pemerintah Aceh Besar juga memberikan bonus kepada atlet yang meraih medali emas, perak dan perunggu, serta pelatih.
Pada Popda XV di Takengon, kontingen Aceh Besar berhasil meraih juara umum dengan pengoleksi 14 mendali emas, 8 perak, dan 7 perunggu dari tujuh cabang olahraga yang diikuti yaitu atletik, pencak silat, taekwondo, karate, tenis lapangan, tenis meja dan bulu tangkis.
Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian kepada atlet, Pemkab Aceh Besar memberi bonus masing-masing Rp10 juta kepada peraih medali emas, Rp5 juta peraih medali perak, dan Rp3 juta untuk peraih medali perunggu.
Sedangkan untuk atlet ganda atau beregu, pemerintah menghargainya masing-masing medali emas Rp14 juta, medali perak Rp7 juta dan medali perunggu sebesar Rp4,5 juta.
Di samping itu, pelatih juga diberikan bonus yang berhasil memperoleh medali untuk para atletnya, yakni untuk medali emas Rp5 juta, perak Rp2,5 juta dan medali perunggu Rp1 juta.
Bupati Mawardi Ali menyerahkan langsung bonus sebesar Rp100 juta yang diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Besar, Ridwan Jamil, yang kemudian diteruskan kepada para atlet dan pelatih.
Kadisparpora Ridwan Jamil juga menyerahkan bonus lainnya kepada masing-masing atlet yang telah meraih medali dan dengan unggul di antara daerah-daerah lain.
Bupati Mawardi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet, pelatih dan asisten pelatih serta seluruh offisial yang telah berjuang keras, sehingga kontingen Aceh Besar menjadi juara umum dan mampu menyisihkan 22 kabupaten/kota lainnya di Aceh.
Prestasi gemilang tersebut, menurutnya, sangat membahagiakan Pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh Besar.
Khusus kepada atlet yang telah berprestasi, Bupati terus memotivasi mereka agar jangan pernah lalai dan terlena dengan prestasi yang telah diraih. Sebaliknya, teruslah berlatih dan berlatih, sehingga kelak akan muncul prestasi yang lebih mengharumkan lagi.
Mawardi Ali mengatakan bonus yang diberikan bukanlah akhir dari segalanya, tapi masih banyak event lain di depan yang harus terus di perjuangan oleh para atlet untuk meraih prestasi, seperti pada bulan November mendatang yaitu Aceh Besar akan menjadi tuan rumah PORA XIII.
"Semua kita berharap kepada atlet, agar dapat mempertahankan prestasinya, sehingga Aceh Besar mampu meraih prestasi ganda di PORA, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi, dan tentunya penghargaan, bonus demi bonus akan terus mengalir," kata Mawardi Ali.
Sementara Dandim 0101/BS Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto dalam kesempatan tersebut juga memberikan penghargaan kepada atlet Popda, namun tidak dalam bentuk uang atau bonus lainnya, melainkan akan memberikan rekomendasi kepada para atlet Popda dibawah umur 21 tahun jika ada yang ingin menjadi TNI dan bagi wanita yang ingin menjadi Kops wanita Angkatan Darat.
"Kami akan memberi rekomendasi meskipun tidak langsung lulus tapi tetap mengikuti tahapan jika ada atlet Aceh Besar yang berminat masuk menjadi prajurit TNI," ujar Kolonel Iwan.
Kadisparpora Ridwan Jamil menambahkan, bonus yang diserahkan Pemkab Aceh Besar kepada peraih medali seluruhnya berjumlah Rp100 juta yang merupakan dana APBK.
"Alhamdulillah, dengan pemberian bonus diharapkan dapat memacu semangat atlet untuk terus mengukir prestasi terbaik di tahun-tahun mendatang, dan PORA mampu meraih juara," kata Ridwan.
Pewarta: SudirmanEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.