Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Senin, berujar, peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi tidak jauh dari penjual makanan ringan setempat.
"Tepat?di Desa Suka Mulia, Kecamatan Lembah Seulawah. Baru diketahui warga sore tadi sekitar pukul 17.05 WIB," terang dia.
BPBA pekan lalu mencatat, kecamatan ini terjadi kebakaran hebat. Sementara petugas cuma bisa memblokade agar api tidak meluas ke tempat lain akibat medan yang cukup sulit, sehingga menghanguskan 250 hektare?hutan dan lahan di kawasan?lereng perbukitan Gunung Seulawah.
Dadek melanjutkan, petugas di Pos Saree langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan kebakaran lahan dengan menggunakan peralatan seadanya.
Upaya pemadam tersebut turut dibantu aparat TNI/Polri, dan masyarakat setempat yang berlangsung sekitar satu jam.
"Pemadaman sendiri, baru selesai pukul 18:30 WIB tadi. Untuk korban jiwa, nihil. Dan hingga penyebab lahan ini terbakar, masih ditangani pihak berwajib," tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah mewanti-wanti kebakaran yang terjadi di Lembah Seulawah merupakan kawasan cukup sulit dipadamkan, seperti dibutuhkan waktu satu bulan lebih di tahun 2016.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar menyebut, titik api yang berada kawasan lembah rentan diterpa angin kencang. Apalagi musim kemarau tiba, dan mengakibatkan titik api cepat bertambah.
"Struktur pegunungan terjal, dan titik api berada jauh di lembah-lembah. Jika menggunakan selang damkar, tidak sampai menjangkau lokasi. Belum lagi titik api juga terdapat di tengah hutan," kata Sekretaris BPBD Aceh Besar, Zainal Abidin.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.