Banda Aceh, 26/2 (Antara) - Pengusaha asal Malaysia sangat tertarik atas daerah potensial sektor pertanian di Provinsi Aceh, seperti di kawasan dataran tinggi Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
"Prospek pertanian Aceh sangat bagus. Kami berharap dapat bekerja sama menyupervisi petani dengan pola modern, agar hasil pertanian lebih bagus dan memenuhi standar ekspor," kata perwakilan pengusaha Melayu dari Pertumbuhan Kebangsaan Melayu Bersatu Perak (UMNO), Datuk Hj Abdul Ghani bin Ngah JP, di Banda Aceh, Rabu.
Dalam pertemuan delegasi dari Pertumbuhan Kebangsaan Melayu Bersatu Perak dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Pendopo Gubernuran Aceh itu, pihaknya sangat berkeinginan agar bisa bekerja sama untuk menghasilkan komoditas pertanian yang lebih bagus dan bernilai saing tinggi di pasaran.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, pihaknya terus melakukan terobosan dalam upaya mempercepat realisasi investasi di Aceh, termasuk membentuk tim pengendalian untuk memudahkan perizinan, administrasi ekspor-impor, dan jaminan keamanan bagi investor.
"Kami menyambut baik keinginan mengembangkan usaha pertanian seperti sayur-sayuran asal Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk ditingkatkan hasilnya sebagai komoditas ekspor. Sebenarnya sayur mayur daerah ini sudah sangat dikenal di Singapura," katanya pula.
Zaini menambahkan, selain dikenal sebagai penghasil kopi dunia, Gayo juga menjadi primadona sayur mayur seperti wortel, tomat, kacang, jagung, brokoli, terong belanda, avokad, dan kentang.
"Jika pada tahun 2012 areal pertanian kentang di Bener Meriah hanya 600 sampai 800 hektare, sejak akhir 2013 bertambah menjadi 1.200 hektare, dengan rata-rata produksi 20 ton per hektare. Ini jelas perkembangan sangat luar biasa," katanya pula.
Zaini menegaskan, Pemerintah Aceh saat ini sedang melakukan pembangunan infrastruktur jalan di kawasan poros tengah untuk memaksimalkan berbagai kegiatan ekonomi di seluruh kawasan di provinsi yang berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.
"Terobosan pembangunan jalan ini juga telah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah," katanya lagi.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir mendampingi Gubernur Aceh di antaranya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Aceh Safwan, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Raihannah

Pewarta: Pewarta : Muhammad Ifdhal
Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026