Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat kini tidak lagi menggunakan aneka produk makanan dan minuman asal Perancis, sebagai wujud komitmen untuk memboikot penggunaan produk negara tersebut.

Hal ini dilakukan para anggota dewan terkait aksi penghinaan Nabi Muhammad SAW oleh Presiden Emmanuel Macron beberapa waktu lalu, yang menimbulkan sikap protes muslim dari seluruh dunia termasuk di Tanah Air.

“Aksi ini sebagai wujud solidaritas kepada seluruh umat muslim dunia, kita buktikan dengan tidak lagi menggunakan produk makanan dan minumam asal Perancis saat sidang paripurna di DPRK,” kata anggota DPRK Aceh Barat Haji Mawardi di Meulaboh.

Selain dalam sidang paripurna, pihaknya juga menolak penyajian produk asal Perancis saat berlangsungnya rapat di komisi atau rapat lainnya yang diagendakan di DPRK Aceh Barat.

Menurutnya, tindakan untuk memboikot penggunaan aneka produk makanan dan minuman asal Perancis tersebut, juga sebagai wujud untuk membela Nabi Muhammad SAW sebagai junjungan seluruh umat muslim di dunia.

Bahkan lembaga DPRK di Aceh Barat juga menyatakan tetap tidak akan menggunakan aneka produk makanan dan minuman asal Perancis, sebelum pemimpin di negara di benua Eropa tersebut meminta maaf terhadap muslim di dunia terkait pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW,  katanya.

“Boikot produk asal Perancis ini bagian dari ibadah, jadi kita tidak perlu menghujat mereka. Cukup dengan tidak lagi membeli produk mereka, ini juga bagian dari ibadah,” kata Haji Mawardi menegaskan.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar

Editor : Azhari


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020