Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial mendistribuskan sebanyak 39.125 lembar masker kain dan 10.785 masker medis untuk para siswa dan guru sekolah di Aceh Tengah, baik yang berada di bawah Dinas Pendidikan, Kanwil Kementerian Agama,
serta sekolah swasta.

Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, di Aceh Tengah, Senin, mengatakan penyerahan masker dalam rangka program Gerakan Masker Sekolah (Gemas) Pemerintah Aceh untuk 23 kabupaten/kota di Tanah Rencong, mengingat ancaman penyebaran virus corona belum berakhir sehingga warga tetap waspada.

"Alhamdulillah, semua gerakan ini telah memberi hasil menggembirakan, tentunya atas dukungan semua pihak. Memasuki bulan November ini penambahan jumlah pasien positif COVID-19 di Aceh terus berkurang," kata Alhudri, di sela-sela menyerahkan masker ke Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar.

Ia menjelaskan meski tren kasus sudah menurun, namun upaya pencegahan tidak boleh terhenti. Terobosan baru perlu dilakukan untuk menekan dampak COVID-19, salah satunya dengan menjalankan program Gemas, yang sasarannya kalangan pelajar dan guru di seluruh Aceh. 

"Apalagi direncanakan sistem belajar tatap muka akan dimulai Januari 2021," katanya.

Program Gemas ini akan menyasar 6.783 sekolah se Aceh dan 39.389 rombongan belajar. Sebanyak 117.712 guru dilibatkan dalam program ini untuk memastikan bahwa 1 juta peserta didik di Aceh selalu memakai masker dengan benar, katanya lagi.

Menurut Alhudri, pemerintah menilai sosialisasi tentang protokol kesehatan memang harus terus ditingkatkan. Langkah itu dinilai sangat penting, karena wabah COVID-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga mengganggu sektor lainnya. 

Selama ini Pemerintah Aceh telah menjalankan berbagai program dalam upaya mengantisipasi dampak virus, seperti menjalankan Gerakan Aceh Mandiri Pangan atau Gampang, sebagai upaya mengantisipasi dampak COVID-19 terhadap ketersediaan bahan pangan di Aceh.

Kemudian, lanjut dia, pemerintah melaukan program Gerakan Gebrak Masker Aceh atau Gema, yang tujuannya untuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker dalam upaya melindungi warga dari ancaman COVID-19. 

"Berikutnya menyusul Gerakan Nakes
Cegah COVID-19 atau Gencar yang fokus untuk mendukung sistem kerja tenaga kesehatan dalam pemulihan dan penanganan pasien COVID-19," katanya, menjelaskan.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengatakan program Gemas salah satu bentuk perhatian Pemerintah Aceh ke daerah. Maka dia berharap kepala Dinas Pendidikan, kepala kantor Kemenag dan para kepala sekolah agar membagikan masker dengan baik.

Selama ini, menurut dia, fenomena di tengah masyarakat terlihat banyak masker yang dibagikan ke warga namun tidak dipakai dengan benar, melainkan hanya digantung di leher. Begitu juga dengan masker medis hanya untuk sekali pakai.

Pemerintah baik tingkat pusat dan provinsi sudah maksimal dalam melakukan upaya pencegahan namun hal itu kembali kepada kita, tetutama cara kita menggunakan masker, karena masker ini adalah pertahanan terakhir namun jangan dipakaikan di leher, katanya.

"Kita terus berupaya dan berdoa kepada Allah agar Aceh Tengah ini bersih dari COVID-19. Namun yang harus diyakini adakah bahwa COVID-19 ini nyata," katanya lagi.

Pewarta: Khalis Surry

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020