Nilai transaksi yang terjadi pada Forum Bisnis Indonesia-Eropa Tengah dan Timur, atau INACEE Business Forum, yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri RI telah mencapai angka Rp 44 miliar.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Jumat, dikatakan bahwa forum bisnis INACEE digelar untuk pertama kalinya secara daring dan luring oleh Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa dengan mengangkat tema ‘Doing Business with Indonesia: Asia’s Economic Power House’.

Saat membuka kegiatan tersebut, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan bahwa terdapat tiga prioritas kerja sama antara Indonesia dengan kawasan Eropa Tengah dan Timur.

Ketiga prioritas itu yakni memulihkan konektivitas dan mendukung interaksi bisnis, meningkatkan kemitraan di sektor-sektor potensial, termasuk ekonomi hijau, dan memperkuat kerja sama bidang teknologi digital.
 

Forum bisnis INACEE sendiri mencakup seminar bisnis dan business matching menggunakan platform ekonomi digital INA-ACCESS yang dikembangkan oleh Kemlu guna menjembatani interaksi pebisnis Indonesia dan Eropa Tengah dan Timur.

Adapun kesepakatan bisnis yang turut berkontribusi terhadap peningkatan angka nilai transaksi itu ditandatangani secara virtual, yakni antara perusahaan Sasa Indonesia (PT Rodamas Inti Internasional) dengan perusahaan asal Bulgaria, Picco Ltd.

Kedua pihak menyepakati pembelian produk tepung kelapa high fat dessicated coconut dari Indonesia ke Bulgaria dengan nilai transaksi sebesar 1,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 18,8 miliar.

Selain itu, perusahaan PT Eksyar Berkah Jaya juga mencapai kesepakatan dengan mitra asal Ukraina SMART4B dalam kerja sama membentuk asosiasi bisnis dan pembelian sejumlah komoditas, termasuk kopi dan lada putih, dengan nilai mencapai 1,5 dolar AS atau sekitar Rp 21,3 miliar.
 

Kedua transaksi bisnis tersebut dihadiri dan difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Ukraina merangkap Armenia dan Georgia, Yuddy Chrisnandi, dan Duta Besar RI untuk Bulgaria, Iwan Bogananta, yang juga secara virtual menyaksikan penandatanganan perjanjian tersebut.

Kawasan Eropa Tengah dan Timur sendiri merupakan pasar tradisional dan non-tradisional bagi produk-produk ekspor Indonesia.

Terdapat 20 negara yang tercakup di kawasan, yang berpotensi menjadi pintu masuk produk Indonesia ke Uni Eropa, Eropa Barat dan Selatan, serta Asia Tengah, adalah Albania, Armenia, Belarus, Bosnia & Herzegovina, Bulgaria, Ceko, Georgia, Hongaria, Kroasia, Makedonia Utara, Moldova, Montenegro, Polandia, Romania, Rusia, Serbia, Slowakia, Slovenia, Turki, dan Ukraina.

Penyelenggaraan forum bisnis INACEE sendiri diharapkan dapat memberikan solusi terhadap tantangan terkait kurangnya interaksi dan pemahaman serta informasi tentang potensi masin-masing negara.

Sebelumnya, forum bisnis INACEE yang pertama kali diinisiasi oleh Kemlu menghasilkan kesepakatan bisnis senilai 2,9 juta dolar AS atau sekitar Rp41,2 miliar.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu I Gede Ngurah Swajaya mengatakan nilai kesepakatan bisnis tersebut merupakan hasil dari interaksi langsung antara para pelaku bisnis Indonesia dengan pebisnis dari kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur, yang pasarnya sedang dibidik oleh Indonesia.

“Negara-negara di Eropa Tengah dan Eropa Timur ini bukan hanya terdiri dari pasar tradisional Indonesia tetapi juga pasar non-tradisional yang kita ingin intensifkan, termasuk dalam rangka mendorong UMKM,” ujar Dirjen Ngurah dalam konferensi pers secara virtual mengenai INACEE Business Forum pada Kamis (7/10).
 

Pewarta: Aria Cindyara

Editor : M Ifdhal


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2021