Banda Aceh (ANTARA) - Yayasan Dobri Narod Indonesia menormalisasi atau membersihkan 60 sumur terdampak banjir guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi di Kabupaten Aceh Tamiang 

Ketua Yayasan Dobri Narod Indonesia Grevilma Kurniati Pertiwi di Aceh Tamiang, Selasa, mengatakan sampai saat ini masih banyak warga terdampak banjir kesulitan memperoleh air layak konsumsi untuk kebutuhan dasar sehari-hari

"Normalisasi atau pembersihan sumur milik warga yang terdampak banjir bertujuan untuk mendukung ketersediaan air dan kesehatan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang," katanya.

Grevilma Kurniati mengatakan ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Sebab, banyak warga masih kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Sebanyak 60 sumur cincin yang dinormalisasi atau dibersihkan tersebar di beberapa desa di Kecamatan Bendahara, Kecamatan Banda Mulia, Kecamatan Karang Baru, dan Kecamatan Manyak Payed

"Normalisasi sumur hingga kini masih berlangsung. Dari 60 sumur tersebut, sebanyak 16 sumur di antaranya sudah dapat dimanfaatkan masyarakat terdampak bencana untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Selain normalisasi sumur, Yayasan Dobri Narod Indonesia juga menyalurkan 250 paket rendang dan keumamah (ikan kayu khas Aceh) siap saji untuk warga terdampak banjir.

"Rendang dan keumamah siap saji tersebut disalurkan di Kampung Air Tenang dan Kampung Sukajadi, Kecamatan Karang Baru," kata Grevilma Kurniati Pertiwi.

Sementara itu, Datok Penghulu (kepala desa) Kampung Air Tenang Muttaqin menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Dobri Narod Indonesia membantu masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

"Atas nama Pemerintah Desa Kampung Air Tenang dan masyarakat Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih dan salam hormat kepada Yayasan Dobri Narod Indonesia yang turun langsung ke Aceh Tamiang dan melihat langsung kondisi wilayah pascabencana," kata Muttaqin.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026