Kuala Simpang (ANTARA Aceh) - Pertamina EP Field Rantau Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, menghasilkan listrik dari pohon kedondong pagar dan sudah dimanfaatkan di wilayah terpencil dan terisolir di Provinsi Aceh.
     
Field Manager Pertamina EP Rantau, Richard Muthalib di Kuala Simpang, Kamis menyatakan, riset memanfaatkan batang pohon gedondong pagar yang dilakukan selama setahun tersebut membuahkan hasil menggembirakan dan sudah bisa dinikmati manfaatnya.
     
"Uji coba kita di wilayah perpencil dan terisolir di Aceh, termasuk SMP Yayasan Merdeka adalah objek pertama yang akan menggunakan energi pembangkit listrik dari pohon kedondong pagar tersebut. Sudah dua kali kita lakukan evaluasi, hasilnya sangat menggembirakan," katanya.
     
Namun Richard tidak menyebutkan, dalam 45 batang pohon kedondong pagar berdiameter 9 inchi tersebut bisa menghasilkan arus sekian watt dan voltase-nya. 
     
Menurutnya belum saatnya itu dikemukan, terlalu premature dan masih perlu studi lebih lanjut dari pakar-pakar di Universitas Gajah Mada (UGM).
     
Richard menyebutkan, secercah harapan sudah mulai kelihatan di SMP Yayasan Merdeka di Desa Tampor Paluh, Kecamatan Simpang Jernih. Sebab tak lama lagi selain sekolah itu masyarakat yang ada di desa setempat akan menikmati energi listrik alami ini.
     
"Temuan ini baru mau kita paten kan, saat ini masih dalam proses di pusat. Dari temuan kita ini, Pertamina EP Field Rantau sudah memperoleh Propert Emas dari Presiden. Saya bangga dengan temuan ini, sebab buah tangan dan hasil karya anak bangsa," sebut Richard.
     
Secara teknis, Legal and Relation Asisten Manager H Jufry menyebutkan;  ini temuan pertama di Aceh, mungkin di Indonesia juga, sebab merubah pohon kedondong menjadi energi listrik, merupakan penemuan baru. 
     
SMP Merdeka ini adalah sebagai contoh penerima manfaat energi listrik pertama dari pohon kedondong yang eksploitasi menjadi energi listrik.
     
Ia menyatakan, melihat kondisi SMP Merdeka yang teletak di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut  itulah, pihak manajemen Pertamina EP Field Rantau tergugah untuk membantu dunia pendidikan disana. 
     
Kondisi sekolah SMP Merdeka tersebut sangat mengenaskan, tidak ada sekat ruangan layaknya sekolah di kota. Hanya ada satu ruangan besar sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, dari kelas satu sampai kelas tiga berada dalam satu ruang.

Ditambah dengan kondisi bangunan yg sangat tidak layak sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, dinding papan yang sudah keropos, terlihat ada sekat yang masih belum dipasang papan. Namun semangat belajar para siswa siswi disana sangat antusias untuk berprestasi.

"Begitupun, kita harus mencari potensi pohon kedondong pagar yang ada disini, untuk dikembangkan sebagai potensi listrik alternatif. Kalau ada pohon kedondong disini untuk apa harus bawa dari luar, selain costnya tinggi, juga tidak efisien, ujar Jufry.

Pewarta: Pewarta : Syawaluddin

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2016