Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menyatakan, penanganan kasus stunting di daerah itu telah tertangani dengan baik seiring data prevalensi dari tim pendamping keluarga yang tersebar di seluruh kampung di Aceh Tengah sebesar 8,54 persen.

“Kami berkeyakinan penanganan stunting di Aceh Tengah telah tertangani dengan semakin membaik dan kita terus berupaya mengingatkan masyarakat bahwa program pemerintah dalam upaya penanganan stunting adalah untuk kepentingan masyarakat,” katanya di Takengon, Jumat.

Ia menjelaskan, stunting adalah masalah gizi kronis pada anak yang terjadi karena kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, sehingga berdampak pada tumbuh kembang anak.

Ia mengatakan pencegahan stunting harus terus digencarkan dengan cara memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat, di antaranya seperti bagaimana merawat janin, memberi nutrisi setelah bayi lahir, pola makan, pola asuh, serta sanitasi dan akses air bersih.

"Banyak ibu hamil mungkin belum teredukasi dengan baik bagaimana merawat janinnya, kemudian juga setelah bayi itu lahir bagaimana pemberian nutrisinya terkadang belum tersosialisasi dengan baik,” katanya.

Karena itu lewat media seperti ini juga merupakan salah satu cara pihaknya untuk menyosialisasikan bahaya stunting dan juga pola pengasuhan anak yang baik.

Pihaknya optimistis dengan peran serta semua pihak dari berbagai tingkatan hingga kampong/desa akan mampu meningkatkan pemahaman keluarga terhadap cara hidup sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi sehingga angka stunting di daerah tersebut dapat terus ditekan.

Pewarta: Kurnia Muhadi

Editor : M Ifdhal


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2022