Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan pembahasan pengendalian inflasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui pertemuan tingkat tinggi (high level meeting) di sebuah hotel di Meulaboh, Kamis.

“Pelaksanaan high level meeting TPID Kabupaten Aceh Barat bersama perwakilan BI Aceh ini bertujuan membahas langkah antisipasi terjadinya inflasi jelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, Marhaban. 

Menurutnya, pertemuan ini untuk meningkatkan sinergi sekaligus berkoordinasi guna merumuskan berbagai kebijakan dan respon, dalam upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Aceh Barat sebagai antisipasi jelang datangnya bulan suci Ramadhan dan  Hari Raya Idul Fitri. 

Baca juga: Pemkot Sabang gelar pasar murah antisipasi inflasi jelang Ramadhan

Marhaban mengatakan, pengendalian inflasi daerah adalah usaha bersama dari semua pemangku kebijakan di daerah.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus mendorong respons aktif TPID agar berperan lebih intensif, dalam rangka mempersiapkan langkah-langkah antisipatif pengendalian inflasi daerah, khususnya sebagai bentuk kesiapan jelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri nantinya.

Marhaban mengharapkan perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Aceh dapat memberikan dukungan, saran dan masukan dalam setiap upaya nyata yang dilakukan untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Aceh Barat.

Baca juga: BPS: Inflasi di Meulaboh mencapai 7,72 persen

Tentunya dukungan tersebut, dilakukan melalui program-program bantuan pemberdayaan maupun sarana prasarana dalam meningkatkan ketersediaan pangan dan pengendalian harga di Kabupaten Aceh Barat .

Ia mengatakan, tantangan pengendalian inflasi di Kabupaten Aceh Barat pada umumnya masih dipengaruhi akibat dampak kenaikan harga BBM, serta naiknya harga komoditas kebutuhan bahan pokok masyarakat, seperti beras, ikan, telur ayam ras, daging ayam, hingga cabai merah. 

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama TPID dan pemangku kebijakan lainnya terus melakukan berbagai kebijakan dan langkah nyata, dengan tetap mengacu pada upaya konkrit pemerintah daerah dalam penanganan inflasi daerah.

Baca juga: BPS: Ikan tongkol penyumbang inflasi tertinggi di Aceh

Diantaranya seperti peresmian food estate Korem 012/Teuku Umar pada 31 Oktober 2022 lalu, serta melakukan operasi pasar selama 21 hari sejak tanggal 7 November 2022 yang bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Meulaboh. 

Selain itu, pemerintah daerah juga telah melaksanakan pasar murah di 12 kecamatan, sidak pasar dan distributor, melaksanakan kegiatan panen raya, gerakan menanam cabai dan sayuran melalui kelompok wanita tani di 12 kecamatan, pelaksanaan KPSH (Ketersediaan Pangan dan Stabilitas Harga) guna menjaga stabilitas harga beras medium, serta pemantauan harga dan stok pangan setiap harinya. 

"Pemkab Aceh Barat juga telah menjalin kesepakatan bersama terkait perdagangan komoditi pertanian, pangan dan perikanan dengan Kabupaten Nagan Raya, Aceh Jaya, dan Aceh Barat Daya," kata Marhaban. 

Ia berharap sinergi yang telah terjalin selama ini, dapat terus ditingkatkan sebagai langkah dalam mendukung pengendalian inflasi, mendorong kemajuan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat.
 

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023