Meulaboh (ANTARA Aceh) - Ledakan bom menguncang Kota Meulaboh di tengah suasana atraksi simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) menghadapi Pilkada serentak 2017 di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Kamis, pukul 11.35 WIB.

"Pejinakan bom merupakan rangkain dari simulasi Sispam Kota yang kita laksanakan. Disitu bagaimana kita menghadapi keterbatasan semua masyarakat, baik keterbatasan fisik maupun keterbatasan pemahaman akan pesta demokrasi,"kata Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho, SIK usai kegiatan, di Meulaboh, Kamis.

Dalam simulasi itu tim Jinak bom (Jibom) dari Kompi - C Brimob Nagan Raya menerima laporan ada temuan benda mencurigakan sejenis bom, setelah tiba dilokasi dengan semua kelengkapan, anggota jibom melihat dan menganalisis benda tersebut benar bom aktif.

Satu bom adalah jenis bom rakitan dan yang kedua adalah bom pemicu goyang, sehingga tim pejinak bom akhirnya meledakan kedua bom tersebut di lokasi simulasi hingga terdengar radius 2 kilometer seputar Kota Meulaboh.

Ledakan bom terjadi dalam hitungan mundur, tamu undangan yang hadir menyaksikan adegan tersebut terkaget mendengar ledakan itu, pasalnya kedua jenis bom itu meledak saling bergantian dalam kurun waktu berselang sekitar 2 menit.

"Jadi kami ingatkan kepada masyarakat, apabila ada yang melihat benda mencurigakan, jangan didekati apalagi dipegang. Laporkan kepada aparat kepolisian terdekat karena bom adalah benda sangat berbahaya,"sebut Kompol Budi Dharma, bertindak sebagai sutradara Simulasi.

Pada adengan pertama Simulasi Sispam Kota ini diawali dengan memperlihatkan cara pangamanan tertutup paslon kepala daerah hingga saat kampanye, mereka memperlihatkan peran kepolisian bersama unsur terkait melayani masyarakat yang datang mengunakan hak suaranya pada Pilkada serentak 15 Februari 2017.

Pada sesi ketiga terjadi kericuhan massa karena ulah provokator yang tidak menerima hasil pengumutan suara sehingga terjadi bentrok dengan petugas di Tempat Pengumutan Suara (TPS) dan Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat.

Beberapa pria bersebo datang dengan dua unit kendaraan roda dua merampok kotak suara dari pengamanan petugas dan akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh dua orang "Polwan cantik berhijab" dalam satu adengan adu fisik.

Kemudian sesi selanjutnya pembubaran massa dengan disiram air serta pelemparan gas air mata sehingga membuat peserta atraksi kalang kabut, termasuk tamu undangan dan pasangan calon kepala daerah berlarian sambil meronta-ronta akibat perih mata terkena gas air mata.

"Secara umum sejak dimulai tahapan Pilkada 2017 susana di Aceh Barat relatif aman dan terkendali. Kalau titik rawan ada dan sudah masuk zona penempatan pengamanan sesuai prosedur,"demikian Kapolres AKBP Teguh P Nugroho.

Pewarta: Anwar

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2016