Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mencatat seluas 6.558 hektare atau 85,99 persen lahan sawah di kabupaten tersebut telah ditanami padi dan telah berproduksi di musim tanam rendengan, dengan rentang waktu Oktober 2022 hingga Maret 2023.
“Alhamdulillah, hal ini sangat kita syukuri,” kata Pj Bupati Nagan Raya, Aceh, Fitriany Farhas dalam keterangannya diterima di Suka Makmue, Minggu.
Ia menjelaskan, saat ini luas lahan sawah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang siap untuk ditanami padi mencapai seluas 7.626 hektare yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di kabupaten setempat.
Baca juga: Pemkab minta petani tanam benih padi prioritas hadapi musim kemarau
Sedangkan sisanya seluas 1.068 hektare, akan dimulai penanaman padi pada bulan April 2023, karena harus dilakukan pergeseran tanam padi, disebabkan di beberapa kecamatan di Kabupaten Nagan Raya, sedang melakukan panen padi seperti di Kecamatan Beutong, Suka Makmue dan Kuala Pesisir.
Fitriany Farhas mengatakan, pemerintah daerah juga akan menyediakan benih padi sarana dan prasarana, sebagai proses percepatan pengolahan tanah untuk persiapan tanam pada bulan April sampai dengan Mei 2023.
Sehingga diharapkan nantinya produksi padi petani akan semakin meningkat, dan dapat meningkatkan surplus gabah yang semakin meningkat.
Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh dalam pengadaan sarana dan prasarana pertanian agar terus diperhatikan.
Sehingga Kabupaten Nagan Raya mampu menyediakan stok gabah untuk beberapa kabupaten atau kota di Aceh.
Baca juga: Terima keluhan petani, PUPR Abdya usul perbaikan saluran irigasi tersier 2024
Ia juga mengharapkan proses perbaikan dan pengerjaan saluran irigasi di Nagan Raya yang sedang berlangsung segera selesai, sehingga lahan sawah yang sulit mendapatkan air bisa teraliri dengan baik.
“Kita harapkan di tahun 2024, Kabupaten Nagan Raya bisa menerapkan IP 300, artinya petani bisa menanam tiga kali dalam setahun,” kata Fitriany menambahkan.
Menurutnya, melalui perbaikan pola tanam serentak dan peningkatan penggunaan teknologi tepat guna, diharapkan dapat diterapkan oleh petani sesuai anjuran penyuluh pertanian di lapangan.
Ia juga mengajak seluruh petani di Kabupaten Nagan Raya untuk memberikan dukungan kepada pemerintah daerah melalui program tanam serentak, sehingga program yang direncanakan dapat berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan.
Baca juga: Seluas 4.093 hektare sawah di Pidie terendam banjir
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023
“Alhamdulillah, hal ini sangat kita syukuri,” kata Pj Bupati Nagan Raya, Aceh, Fitriany Farhas dalam keterangannya diterima di Suka Makmue, Minggu.
Ia menjelaskan, saat ini luas lahan sawah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang siap untuk ditanami padi mencapai seluas 7.626 hektare yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di kabupaten setempat.
Baca juga: Pemkab minta petani tanam benih padi prioritas hadapi musim kemarau
Sedangkan sisanya seluas 1.068 hektare, akan dimulai penanaman padi pada bulan April 2023, karena harus dilakukan pergeseran tanam padi, disebabkan di beberapa kecamatan di Kabupaten Nagan Raya, sedang melakukan panen padi seperti di Kecamatan Beutong, Suka Makmue dan Kuala Pesisir.
Fitriany Farhas mengatakan, pemerintah daerah juga akan menyediakan benih padi sarana dan prasarana, sebagai proses percepatan pengolahan tanah untuk persiapan tanam pada bulan April sampai dengan Mei 2023.
Sehingga diharapkan nantinya produksi padi petani akan semakin meningkat, dan dapat meningkatkan surplus gabah yang semakin meningkat.
Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh dalam pengadaan sarana dan prasarana pertanian agar terus diperhatikan.
Sehingga Kabupaten Nagan Raya mampu menyediakan stok gabah untuk beberapa kabupaten atau kota di Aceh.
Baca juga: Terima keluhan petani, PUPR Abdya usul perbaikan saluran irigasi tersier 2024
Ia juga mengharapkan proses perbaikan dan pengerjaan saluran irigasi di Nagan Raya yang sedang berlangsung segera selesai, sehingga lahan sawah yang sulit mendapatkan air bisa teraliri dengan baik.
“Kita harapkan di tahun 2024, Kabupaten Nagan Raya bisa menerapkan IP 300, artinya petani bisa menanam tiga kali dalam setahun,” kata Fitriany menambahkan.
Menurutnya, melalui perbaikan pola tanam serentak dan peningkatan penggunaan teknologi tepat guna, diharapkan dapat diterapkan oleh petani sesuai anjuran penyuluh pertanian di lapangan.
Ia juga mengajak seluruh petani di Kabupaten Nagan Raya untuk memberikan dukungan kepada pemerintah daerah melalui program tanam serentak, sehingga program yang direncanakan dapat berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan.
Baca juga: Seluas 4.093 hektare sawah di Pidie terendam banjir
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023