Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Aceh pada Oktober 2023 sebesar 40,88 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau naik sebesar 28,64 persen dibanding bulan sebelumnya, yang didominasi tiga komoditas seperti batubara, kondesat, dan kopi.

Statistisi BPS Aceh Hendri Achmad Hudori di Banda Aceh, Rabu, mengatakan dari seluruh komoditas ekspor asal Aceh, sebagian besar diekspor melalui pelabuhan yang ada di Tanah Rencong itu sebesar 29,38 juta dolar AS atau 71,88 persen.

“Sedangkan sisanya diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain senilai 11,50 juta dolar AS atau 28,12 persen, yang sebagian besar melalui Sumatera Utara dengan nilai 11,41 juta dolar AS,” kata Hendri.

Baca juga: UMKM Aceh ekspor 11 unit sepeda terbuat dari rotan ke Prancis

Pada Oktober 2023, dia menjelaskan, komoditas yang diekspor dari Aceh berupa komoditas nonmigas senilai 33,52 juta dolar AS dan komoditas migas senilai 7.35 juta dolar AS.

Komoditas terbesar yang diekspor pada bulan itu berasal dari kelompok bahan bakar mineral senilai 21,48 juta dolar AS, di antaranya berupa batubara sebesar 14,14 juta dolar AS dan kondensat 7,36 juta dolar AS. Kemudian kopi sebesar 5,74 juta dolar AS.

Menurut dia, ekspor barang asal Aceh selama Oktober 2023 paling besar ditujukan ke negara India mencapai 14,73 juta dolar AS dengan komoditas utama batubara, kemudian Thailand sebesar 10,13 juta dolar AS dengan komoditas utama kondensat.

“Selanjutnya disusul ekspor ke negara Filipina sebesar 4,47 juta dolar AS dengan komoditas utama kopi,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, komoditas ekspor barang asal Aceh masih didominasi dari hasil sektor lapangan usaha pertambangan yang mencapai 52,55 persen, ekspor hasil usaha industri pengolahan sebesar 28,60 persen dan hasil usaha pertanian 18,85 persen.

Secara kumulatif periode Januari - Oktober 2023, lanjut dia, nilai ekspor barang asal daerah Tanah Rencong itu mencapai 542,92 juta dolar AS, atau turun sebesar 9,98 persen dibanding periode Januari-Oktober tahun sebelumnya.

“Komoditas utama pada periode tahun ini didominasi batubara sebesar 310,08 juta dolar AS, kopi dan rempah 81,21 juta dolar AS serta minyak nabati 43,88 juta dolar AS,” ujarnya.

Baca juga: Bea Cukai Aceh inisiasi pengembangan tanaman rami untuk ekspor

Pewarta: Khalis Surry

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023