Serangan udara Turki menghancurkan 29 markas yang jadi sasaran teror di utara Irak serta Suriah, dan banyak teroris yang sudah "dinetralisasi", menurut Kementerian Pertahanan Turki, Sabtu (23/12). Penyerangan tersebut dilakukan terhadap kelompok yang disebut PKK.

Sasaran tersebut, termasuk gua, tempat berlindung, bunker dan gudang, dihancurkan pada pukul 22.00 waktu setempat, kata kementerian. 

Menurut "penilaian", kata kementerian itu, teroris-teroris senior berada di beberapa sasaran tersebut.  

Baca juga: Erdogan: Israel lakukan kejahatan perang

Serangan udara dilaksanakan untuk "menghentikan serangan-serangan teroris terhadap Turki dan pasukan keamanan Turki di Irak utara dan Suriah dengan menetralisasi para anggota kelompok teror PKK dan elemen teroris lainnya," kata kementerian.

Serangan tersebut, ujar kementerian, juga dilakukan untuk memastikan keamanan perbatasan sejalan dengan dengan hak pertahanan diri yang sah berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Amunisi buatan Turki digunakan semaksimal mungkin, kata Kemenhan. 

Pihak berwenang Turki menggunakan istilah "netralisasi" untuk menyiratkan bahwa para teroris tersebut telah menyerah, tewas, atau ditangkap.
 
Apa itu Teroris PKK?

Partai Pekerja Kurdistan (PKK) adalah kelompok separatis Kurdi yang aktif di bagian utara Irak dan tenggara Turki. Dikutip dari laman rewardsforjustice.net, kelompok ini yang sebagian besar anggotanya adalah orang-orang dari etnik Kurdi Turki, melancarkan kampanye kekerasan pada tahun 1984. Tujuan awal dari PKK adalah untuk mendirikan negara Kurdi yang merdeka di bagian tenggara Turki. Pada awal 1990-an, PKK yang awalnya adalah gerakan pemberontakan di daerah pedalaman mengembangkan keterlibatannya dalam terorisme di wilayah perkotaan.

PKK menghindari bentuk-bentuk kekerasan dari tahun 1999 sampai bulan Juni 2004, ketika sayap militan garis kerasnya mengambil alih dan mengumumkan penghentian gencatan senjata yang telah dikenakan sendiri oleh PKK. Pada tahun 2009, pemerintah Turki dan PKK melanjutkan perundingan damai mereka.

Namun perundingan-perundingan tersebut macet pada saat PKK melancarkan serangan pada bulan Juli 2011 yang menewaskan 13 orang anggota tentara Turki. PKK dan pasukan-pasukan Turki berkali-kali terlibat dalam bentrokan pada tahun 2011 dan 2012, termasuk sebuah serangan pada bulan Oktober 2011 yang menewaskan 24 orang anggota tentara Turki, dan yang merupakan insiden terburuk sejak tahun 1993.

Baca juga: Pemerintah Aceh serahkan donasi Rp11 miliar untuk korban gempa Turki

Pada tahun 2018, PKK dilaporkan melancarkan berbagai serangan terhadap pasukan-pasukan keamanan Turki, termasuk sebuah serangan yang diakui oleh PKK yang dilakukan pada bulan November terhadap pangkalan angkatan darat Turki yang memakan banyak korban.

Pada tanggal 8 Oktober 1997, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menetapkan PKK sebagai Organisasi Teroris Asing (Foreign Terrorist Organization) menurut bagian 219 dari Undang-undang Keimigrasian dan Kewarganegaraan, sebagaimana yang telah diubah. Kemudian pada tanggal 31 Oktober 2001, Departemen Luar Negeri menetapkan PKK sebagai Teroris Global yang Ditandai Secara Khusus (Specially Designated Global Terrorist) sesuai dengan Perintah Eksekutif 13224, sebagaimana yang telah diubah.

Sebagai akibat dari penetapan ini, semua kepemilikan dan kepentingan kepemilikan PKK di wilayah yurisdiksi Amerika Serikat diblokir, dan warga Amerika Serikat secara umum dilarang untuk terlibat dalam transaksi apa pun dengan PKK. Tindakan-tindakan apa pun yang dilakukan secara sadar untuk menyediakan, atau berusaha atau berkonspirasi untuk menyediakan dukungan material atau sumber daya kepada PKK adalah tindakan kriminal.

Teroris-teroris PKK sering bersembunyi di Irak utara untuk merencanakan serangan lintas batas di Turki.

"Selama operasi ini, setiap tindakan pencegahan diambil untuk melindungi warga sipil yang tidak bersalah, pihak kawan, bangunan bersejarah dan budaya, serta lingkungan dari bahaya apa pun," menurut pernyataan kementerian tersebut.

Baca juga: Kemenag Aceh salurkan donasi Rp317,3 juta untuk korban gempa Turki

Selama lebih dari 35 tahun melancarkan teror terhadap Turki, PKK dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40 ribu orang, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi.

Oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, PKK dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris. 

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Serangan udara Turki hancurkan 29 sasaran teror di Irak, Suriah

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023