Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengadakan seminar paripurna menghadapi Sustainable Developments Goals (SDGS) dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Jumat mengatakan, melalui kegiatan seminar paripurna bidang kesehatan diharapkan dapat menghasilkan program yang bisa saling sinergi dalam bidang kesehatan di daerah itu.
"Mau tidak mau, kita semua harus siap menghadapi itu semua. Melalui kegiatan-kegiatan bermanfaat terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kerja adalah salah satu cara kita menjawab tantangan tersebut," katanya.
Pernyataan itu disampaikan dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten II Muslem Raden, pada seminar paripurna bertema "Meulaboh Sehat Paripurna Menghadapi SDGs dan MEA, di Aula Bappeda, yang diprakarsai Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Barat.
Kata Alaidinsyah, Millennium Devlopment Goals (MDGS) telah berakhir pada 2015, karena masih belum sesuai dengan target tersebut, sehingga telah ada kesepakatan baru tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Developments Goals (SDGS).
Disaat bersamaan, Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan menjadi bagian dari kesepakatan SDGs itu, padahal masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan oleh pemerintah.
Di antaranya adalah persoalan tingginya angka kematian ibu, stagnannya angka kematian bayi, lambatnya penurunan laju pertumbuhan penduduk, rendahnya kualitas pendidikan tenaga kerja dan masalah gizi buruk.
"Namun demikian, implementasi MEA merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia karena MEA juga membuka arus tenaga kerja tarampil, begitu juga disektor kesehatan yang menjadi kepedulian kita bersama," sebutnya.
Lebih lanjut disampaikan, tenaga kesehatan di Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengisi lapangan pekerjaan yang semakin terbuka, sekaligus menghadapi persaingan ketat dalam merebut bursa kerja itu sendiri.
Alaidinsyah menyampaikan, yang masih menjadi persioalan saat ini adalah rendahnya kualitas seperti tingkat pendidikan dan keahlian yang belum memadai, serta kesenjangan kualitas dan kompetensi lulusan pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia.
Dengan tuntutan kerja hanya berpeluang kepada tenaga siap pakai, tentunya hal ini sangat menantang, tenaga kesehatan harus meningkatkan kompetensi agar tidak kalah performannya dengan tenaga kesehatan asing, bila berbicara tingkat ASEAN.
Peningkatan kualitas SDM menurut dia, tidak hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga masyarakat secara sinergi dengan semua pihak terkait, memperkaya keterampilan, tidak hanya hard skill tapi juga soft skil agar memiliki nilai saing tinggi.
"Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga dapat dilakukan dengan pelatihan, kursus, praktek kerja langsung dan sebagainya. Dengan kegiatan seperti ini juga dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dokter, perawat serta tenaga kesehatan dalam memberi pelayanan ke masyarakat," katanya menambahkan.
Sebelum acara seminar tersebut, Bupati H T Alaidinsyah juga menyambut dan membuka acara silaturrahmi dengan Ikatan Alumni Angkatan 1971 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Pendopo Bupati Ujong Karang, Kamis (6/4) malam.
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2017