Dinas Pangan dan Pertanian Kota Sabang menyatakan sebanyak 48 ekor ternak sapi dan kerbau telah disembelih pada tradisi meugang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah di kota setempat, dan harga daging saat ini mencapai Rp200 ribu per kilogram.

Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi, Selasa, mengatakan meugang menjelang Ramadhan maupun Lebaran memang sudah menjadi tradisi turun temurun di tengah masyarakat Aceh, yakni memasak daging sapi maupun kerbau untuk dimakan bersama keluarga sebelum Idul Fitri maupun Idul Adha.

"Hari ini kita memantau pelaksanaan meugang di pasar daging musiman di kawasan Malahayati. Ada sekitar 21 ekor, terdiri dari 19 sapi dan dua kerbau yang disembelih hari ini, dengan harga rata-rata Rp180-200 ribu per kilogramnya," kata Reza di Kota Sabang.

Masyarakat tumpah ruah berburu daging baik di meugang pertama (8/4) dan meugang kedua pada hari ini jelang Lebaran. Kendati demikian, Reza memastikan pelaksanaan meugang tersebut berjalan dengan lancar di daerah Pulau Weh.

Kenaikan harga tersebut dinilai normal pada pelaksanaan meugang menjelang hari raya, karena permintaan daging yang juga meningkat. 

"Secara umum kita liat meugang hari ini lancar, semua masyarakat dapat membeli daging dengan mudah, stoknya juga tersedia. Walaupun dari sisi harga ada kenaikan, tapi masih bisa dijangkau masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Sabang Hariadi mengatakan pada tradisi meugang lebaran Idul Fitri kali ini, keseluruhan terdapat 48 ekor sapi dan tiga ekor kerbau yang disembelih di Sabang.

"Meugang pertama sudah ada 27 ekor sapi dan satu ekor ekor kerbau yang disembelih. Kemudian pada meugang ke dua ini menyusul 21 ekor sapi dan dua ekor kerbau, Jadi ada total 41 ekor ternak yang disembelih," ujarnya.

Pada meugang pertama dan kedua terdapat 20 orang yang berjualan daging, yang tersebar di beberapa titik yakni di Jalan Malahayati Kuta Barat, Cot Ba U, Ie Meulee dan Balohan.

Ia menjelaskan kualitas daging terjamin bagus, karena pihaknya sudah memeriksa dengan seksama, mulai dari surat kesehatan dan kondisi ternak baik sebelum maupun sesudah disembelih. 

Namun begitu, pihaknya juga menemukan kasus cacing hati (fasciola hepatica) pada tiga ekor ternak. Tentu dengan sigap diamankan dan langsung dimusnahkan.

"Semua ternak tersebut, tentunya sudah kami cek sebelum maupun sesudah disembelih, walaupun ada ditemukan cacing hati pada hati ternak, tapi Alhamdulillah sudah kita amankan, ternak lainnya juga dalam kondisi sehat, Insya Allah semuanya sudah aman," ujarnya.

Baca juga: Harga daging di Nagan Raya naik

Pewarta: Khalis Surry

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2024