Meulaboh (Antaranews Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, membagikan 80 unit mesin bajak sawah padi berupa "hand tractor" kepada gabungan kelompok tani di 12 kecamatan.
Penyaluran perdana tersebut dilakukan oleh Bupati Ramli MS di halaman kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat, Selasa.
Bupati mengatakan bahwa "hand tractor" diberikan untuk membantu petani dalam bercocok tanam sehingga membuat keluarga petani sejahtera, sekaligus untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional di Aceh Barat.
Ia berkata, pertanian merupakan program utama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, dank pencapaiannya memerlukan terobosan-terobosan yang efektif.
Unruk itu dibutuhan 1.000 unit han tractor, sementara yang sudah ada 400 unit,jelasnya.
Bupati Raml berpesan kepada pemerintah gampong/desa untuk menganggarkan dana pembelian satu unit "hand tractor".
Dengan adanya kontribusi pemerintah gampong dan dipadukan dengan bantuan pemerintah, maka ia optimistis dalam kurun waktu 2-3 tahun ke depan, target pengadaan alat bajak sawah akan terpenuhi sehingga proses bajak sawah bisa cepat dan terlaksana tanam serentak.
Ramli, MS, menegaskan, agar instansi terkait yakni Dinas Pertanian, memprioritaskan program-program pembangunan pertanian tanaman pangan, salah satunya penyediaan alat mesin bajak sawah, sumur bor, penyediaan bibit unggul dan pembasmi hama.
"Terkait momen penyerahan alat mesin pertanian ini kami menyampaikan pesan kepada penerima untuk merawat serta memanfaatkannya," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018
Penyaluran perdana tersebut dilakukan oleh Bupati Ramli MS di halaman kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat, Selasa.
Bupati mengatakan bahwa "hand tractor" diberikan untuk membantu petani dalam bercocok tanam sehingga membuat keluarga petani sejahtera, sekaligus untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional di Aceh Barat.
Ia berkata, pertanian merupakan program utama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, dank pencapaiannya memerlukan terobosan-terobosan yang efektif.
Unruk itu dibutuhan 1.000 unit han tractor, sementara yang sudah ada 400 unit,jelasnya.
Bupati Raml berpesan kepada pemerintah gampong/desa untuk menganggarkan dana pembelian satu unit "hand tractor".
Dengan adanya kontribusi pemerintah gampong dan dipadukan dengan bantuan pemerintah, maka ia optimistis dalam kurun waktu 2-3 tahun ke depan, target pengadaan alat bajak sawah akan terpenuhi sehingga proses bajak sawah bisa cepat dan terlaksana tanam serentak.
Ramli, MS, menegaskan, agar instansi terkait yakni Dinas Pertanian, memprioritaskan program-program pembangunan pertanian tanaman pangan, salah satunya penyediaan alat mesin bajak sawah, sumur bor, penyediaan bibit unggul dan pembasmi hama.
"Terkait momen penyerahan alat mesin pertanian ini kami menyampaikan pesan kepada penerima untuk merawat serta memanfaatkannya," katanya.
Editor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018