Banda Aceh, 24/2 (Antaraaceh) - Sejumlah muda-mudi yang tergabung dalam Komunitas Peduli Keselamatan Bersama (KPKB) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengharapkan masyarakat mendukung sepenuhnya penerapan syariat Islam secara menyeluruh (kaffah).
"Dan kami selaku pemuda sudah sedikit berupaya mengajak masyarakat dengan membagikan jilbab gratis kepada setiap warga pengguna jalan yang tidak memakai jIlbab," kata Ketua KPKB Aceh Barat Rachmad Ojer di Meulaboh, Senin.
Kata Racmad, kebanyakan kaum hawa selalu terjaring razia busana muslim karena tidak memakai kerudung (jilbab) saat berpergian keluar rumah, sehingga mendapat sanksi dari petugas polisi syariat Islam Wilayatul Hisbah (WH).
Para muda-mudi membagikan jilbab tersebut sebagai bentuk perhatian dan kepedulian serta menekan adanya pelanggaran syariat Islam dilakukan kaum wanita, sehingga setiap saat menjadi sasaran razia petugas.
Sebutnya, tidak sedikit bahkan wanita di Aceh dianggap pihak yang paling berperan melakukan pelanggaran syariat Islam padahal dari koridornya wanita dan lelaki adalah sama dan mendapatkan hak yang sama diperlakukan.
"Dari setiap wanita yang kita berikan jilbab tidak ada yang menolak dan bahkan ada yang senang menerima jilbab, semoga saja ini bermanfaat bagi mereka dan mendukung penerapan syariat Islam," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, pembagian jilbab ini digelar di beberapa titik jalan protokol seputar Kota Meulaboh, seperti Simpang Kisaran dan Simpang Pelor dengan jumlah kerudung yang dibagikan sebanyak 1.000 lembar.
Menurut Rachmad, terkadang masyarakat yang tidak memakai jilbab dipengaruhi beberapa unsur seperti mungkin saja tidak punya uang, lupa dan bahkan ada unsur kesengajaan, karena pengawasan petugas sudah agak lemah.
Karena itu, para pemuda berinisiatif memberikan motivasi kembali kepada petugas dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung penerapan syariat Islam, sehingga budaya Aceh yang identik dengan Islam dapat terus terjaga.
"Kami harap pemerintah daerah juga ikut membagikan jilbab seperti ini, dari kami hanya contoh dan kalau hal demikian dilakukan secara berkelanjutan, pastinya tidak ada warga Aceh yang tidak menggunakan jilbab saat berpergian keluar rumah," katanya menambahkan.
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2014
"Dan kami selaku pemuda sudah sedikit berupaya mengajak masyarakat dengan membagikan jilbab gratis kepada setiap warga pengguna jalan yang tidak memakai jIlbab," kata Ketua KPKB Aceh Barat Rachmad Ojer di Meulaboh, Senin.
Kata Racmad, kebanyakan kaum hawa selalu terjaring razia busana muslim karena tidak memakai kerudung (jilbab) saat berpergian keluar rumah, sehingga mendapat sanksi dari petugas polisi syariat Islam Wilayatul Hisbah (WH).
Para muda-mudi membagikan jilbab tersebut sebagai bentuk perhatian dan kepedulian serta menekan adanya pelanggaran syariat Islam dilakukan kaum wanita, sehingga setiap saat menjadi sasaran razia petugas.
Sebutnya, tidak sedikit bahkan wanita di Aceh dianggap pihak yang paling berperan melakukan pelanggaran syariat Islam padahal dari koridornya wanita dan lelaki adalah sama dan mendapatkan hak yang sama diperlakukan.
"Dari setiap wanita yang kita berikan jilbab tidak ada yang menolak dan bahkan ada yang senang menerima jilbab, semoga saja ini bermanfaat bagi mereka dan mendukung penerapan syariat Islam," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, pembagian jilbab ini digelar di beberapa titik jalan protokol seputar Kota Meulaboh, seperti Simpang Kisaran dan Simpang Pelor dengan jumlah kerudung yang dibagikan sebanyak 1.000 lembar.
Menurut Rachmad, terkadang masyarakat yang tidak memakai jilbab dipengaruhi beberapa unsur seperti mungkin saja tidak punya uang, lupa dan bahkan ada unsur kesengajaan, karena pengawasan petugas sudah agak lemah.
Karena itu, para pemuda berinisiatif memberikan motivasi kembali kepada petugas dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung penerapan syariat Islam, sehingga budaya Aceh yang identik dengan Islam dapat terus terjaga.
"Kami harap pemerintah daerah juga ikut membagikan jilbab seperti ini, dari kami hanya contoh dan kalau hal demikian dilakukan secara berkelanjutan, pastinya tidak ada warga Aceh yang tidak menggunakan jilbab saat berpergian keluar rumah," katanya menambahkan.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2014