Koalisi partai pendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menunggu hasil penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum terkait hasil perolehan suara Pemilu 2019.

"Pertama tentu kita harus punya rujukan dan kita menunggu hasil resmi dari KPU," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta pada Kamis.

Menurut Airlangga, hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei juga menunjukkan jumlah pemilih capres-cawapres nomor urut 01 unggul.

"Berdasarkan teori statistik dan berdasarkan pengalaman tidak jauh berbeda antara hasil dari 'quick count' dan hasil resmi KPU yang masih kita tunggu," ujar Airlangga.

Sejalan dengan Partai Golkar, politikus senior PDI Perjuangan Puan Maharani juga menjelaskan partai berlambang banteng itu menunggu hasil penghitungan dari KPU.

"Ya Alhamdulillah, tapi hasil 'quick count' ini masih terus berjalan. Jadi kita tunggu hasil 'real count' dari KPU dan juga tetap optimistis suaranya tetap di atas 20 persen," ujar Puan terkait keunggulan pemilih capres-cawapres nomor urut 01 serta partainya dalam Pileg 2019.

Partai-partai pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Koalisi ini secara resmi berdiri bersamaan dengan diserahkannya nama calon presiden-wapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin ke Komisi Pemilihan Umum pada 10 Agustus 2018.

Koalisi ini terdiri atas 10 partai yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, PKB, PPP, Partai Hati Nurani Rakyat, PSI, Partai Perindo, PKPI dan PBB.

Indonesia telah menyelenggarakan pemungutan suara dalam rangka Pemilu 2019 pada Rabu (17/4/2019) yang memilih presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif.

Terdapat dua pasang capres-cawapres yakni Jokowi dan Ma'ruf Amin dengan nomor urut 01 serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dengan nomor urut 02.

 

Pewarta: Bayu Prasetyo

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2019