"Optimistis permintaan pasar, khususnya di Aceh akan terus meningkat. Saat ini dari 44 persen penjualan nasional, maka 12 persen diantaranya dikuasai Semen Padang," kata Direksi Komersil PT Semen Padang Benny Wendri di Banda Aceh, Selasa.
Melalui Kepala Pemasaran PT Semen Padang Aceh Muhammad Irwan pada acara "Training Marketing", ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya harus memenuhi kebutuhan semen sedikitnya 380 ribu ton/tahun ke Aceh.
PT Semen Padang tergabung dalam grup Semen Indonesia, diantaranya terdiri dari PT Semen Tonasa, PT Semen Gresik, dan Thanglong di Vietnam.
Menurutnya, kapasitas produksi Semen Padang saat ini mencapai 6,7 juta ton/tahun, dan kini sedang dibangun pabrik ke enam di Indarung dengan kapasitas rata-rata tiga juta ton/tahun.
Irwan juga menjelaskan, secara umum prospek pemasaran di Aceh cukup baik namun perputaran ekonomi untuk membiayai proyek pembangunan daerah sangat tergantung anggaran dari pemerintah pusat.
"Artinya, jika anggaran pemerintah 'ketok palu' maka pembangunan akan berjalan dan saat itulah kebutuhan semen meningkat yang berdampak pada permintaan produk perusahaan kami," katanya menambahkan.
Dipihak lain, ia menyebutkan Semen Padang masuk ke Aceh sebelum tsunami 26 Desember 2004, sementara pascatsunami terjadi penambahan kapasitas dan permintaan membludak untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi berbagai infrastruktur di daerah ini.
Saat ini, katanya Semen Padang harus memenuhi kebutuhan sebanyak 380 ribu ton/tahun yang dikirim lewat kapal laut melalui pelabuhan Malahayati, Aceh Besar dan Krueng Geukuh, Lhokseumawe. "Kami punya packing plant di dua pelabuhan itu," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AzhariEditor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.