Banda Aceh, 17/8 (Antaraaceh) - Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Aceh mengambil momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kemerdekaan RI dengan menanam buah pepaya berkualitas ekspor di Kabupaten Pidie Jaya.
Ketua Pemuda Tani HKTI Aceh Tarmizi A Gani di Banda Aceh, Minggu menyatakan, penanaman perdana pepaya unggul dari Kabupaten Bireuen itu sebanyak 100 batang di Ulee Glee.
Pengembangan pepaya yang lebih dikenal dengan "Puteek Bireuen" itu, menurut Tarmizi, merupakan langkah produktif pemuda tani Aceh untuk perkembangan ekononomi berbasis pertanian ke depan, apa lagi pepaya tersebut merupakan buah unggulan yang bernilai ekspor.
Menurut pakar pertanian lokal, Puteek Bireuen adalah sejenis tanaman unggul yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan bisa ditanam di segala musim, dengan rincian perkiraan perbatang menghasilkan buah 150 buah seumur hidupnya.
Jika harga di pasar lokal stabil, Puteek Bireuen dijual oleh petani pada kisaran harga antara Rp5.000 -Rp7.000/buah, artinya dalam satu batang bisa menghasilkan antara Rp600.000 hingga Rp1 juta.
Langkah Pemuda Tani HKTI Aceh di Pidie Jaya merupakan salah satu pilot perdana, jika ini berhasil maka diharapkan dapat menjadi model dan modal buat daerah lain terutama di Aceh untuk menghidupkan lahan-lahan produktif yang terlantar, katanya.
Pemuda Tani Aceh, tambah Tarmizi, diharapkan turut berkontribusi dalam mencegah tantangan krisis pangan global yang sedang mengancam dunia saat ini.
Dan ini menjadi salah satu solusi bagi pemerintah daerah mengembangkan usaha pertanian mandiri yang berbasis lokal unggulan, selain dapat membendung pengangguran yang kian meningkat, ujarnya lagi.
Ia menyebutkan, pasar ekspor pepaya masih berupa buah segar. Untuk pasaran ekspor, harganya mencapai 2,5 dolar AS.
Analis kesehatan global juga mengatakan bahwa pepaya juga bermanfaat untuk mengusir racun tubuh. Pepaya sebenarnya merupakan bagian solusi detoksifikasi yang sangat ampuh, maka dengan itu mengonsumsi buah pepaya dalam jumlah yang cukup dapat menghalau racun-racun di dalam tubuh.
Pewarta : Heru Dwi S


Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026