Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Petani pepaya di Kabupaten Aceh Utara mengeluh, karena tanamannya diserang jamur, sehingga mengakibatkan produksinya juga menurun.

Yunus, salah seorang petani di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Rabu mengatakan, akibat serangan jamur, banyak tanaman pepaya di daerahnya yang mati, dengan serangan pada umumnya di bagian daun, pucuk batang dan buah.

Tambahnya, tanda serangan jamur pada tanaman pepaya antara lain, timbulnya bercak putih seperti sarang laba-laba pada daun. Setelah itu, daun terlihat layu dan mengering yang selanjutnya diikuti rontoknya putik buah dan yang tersisa hanya pucuk daun muda sebelum akhirnya batang mati.

Sedangkan tindakan pencegahan sudah dilakukan petani, seperti melakukan penyemprotan terutama pada tanaman yang masih muda dan pemberian fungisida.

Akan tetapi, penyakit itu tidak juga hilang dan bahkan semakin meluas, katanya.

"Oleh sebab itu, kita juga berharap supaya ada solusi atau cara penanganan penyakit itu dari pihak dinas terkait, agar produktivitas pepaya dapat maksimal," ungkap Yunus.

Sebutnya lagi, pepaya yang dikembangkan petani di wilayah itu adalah jenis pepaya madu.

Sedangkan untuk pasarannya diambil ke kebun oleh pedagang pengumpul yang selanjutnya dipasarkan ke Kota Lhokseumawe dan ke sejumlah daerah di Aceh Utara serta ke luar daerah lainnya.

"Apalagi, musim kemarau seperti saat sekarang, sangat mempengaruhi minat pembeli karena cuaca yang gerah. Dimana harganya, berkisar antara Rp3.000-Rp5.000 per buah," kata petani.



Pewarta: Pewarta : Mukhlis
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026