Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Barat Ir Nasrita di Meulaboh, Selasa mengatakan, selama ini harga karet fluaktif karena panjangnya mata rantai penjualan dan tertutup akses bagi petani informasi perkembangan harga karet.
"Dengan adanya pasar lelang karet ini, akses harga itu terbuka luas bagi masyarakat dan para petani yang saat ini ketergantungan pada tengkulak itu akan tertekan secara perlahan," katanya.
Tim dari pemerintah pusat kata Nasrita, sudah melakukan peninjauan lokasi pembangunan pasar lelang karet di Kecamatan Woyla dan ditargetkan pada 2015 pasar tersebut sudah dibanggun dan dapat dimanfaatkan.
Menurut dia, fluaktifnya harga karet saat ini merupakan hal yang biasa dimana kebutuhan pasar terhadap karet rendah maka dampaknya akan membuat harga beli karet semakin turun bahkan sampai ke level terbawah saat ini Rp6.500/kilogram.
Jelasnya, karet hingga saat ini merupakan komoditas kompetensi inti di wilayah itu, kemudian disusul sawit dan nilam dan pemerintah kabupaten akan terus berupaya melakukan pengembangan sehingga dapat menyejahterakan masyarakat.
"Harapan kita kepada petani pada saat pasar lelang sudah mulai dimanfaatkan terhadap mutu karet itu harus tetap dipertahankan dan kita terus mendukung komoditi ungulan itu sampai dengan pamasarannya," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, secara perlahan pemerintah daerah terus melakukan pengembangan kebun karet rakyat meskipun hanya sekitar 30 hektare, namun apabila pengembangan itu dilakukan secara kontinuitas maka juga akan berkembang luas.
Nasrita menyebutkan, besar harapan pemerintah daerah kepada perusahaan PT Potensi Bumi Sakti (PBS) di kawasan Gle Siblah, Kecamatan Woyla akan berkerja sama dengan pemerintah terutama dalam hal menampung produksi karet petani di wilayah itu.
Ia juga mengatakan, masyarakat petani di kawasan itu selalu hidup mengikuti trend dan hoby, disaat harga karet turun maka para petani beralih kepada perkebunan kelapa sawit, meskipun demikian pemerintah tetap mendukung apapun upaya yang dilakukan masyarakat.
"Hal ini juga pengaruh harga karet yang tidak menentu, tapi tidak masalah kita tetap mendorong masyarakat untuk semua itu dan pada 2015 ini juga PBS akan mulai beroperasi," katanya menambahkan.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.