• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News aceh
Kamis, 8 Januari 2026
Antara News aceh
Antara News aceh
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Ini capaian pelunasan haji reguler tahun 2026

      Ini capaian pelunasan haji reguler tahun 2026

      6 jam lalu

      Hakim ad hoc PN Banda Aceh ikuti seruan mogok nasional

      Hakim ad hoc PN Banda Aceh ikuti seruan mogok nasional

      22 jam lalu

      Kemenhut lanjutkan pembersihan kayu banjir di Aceh dan Sumut

      Kemenhut lanjutkan pembersihan kayu banjir di Aceh dan Sumut

      7 Januari 2026 11:08

      Indonesia toreh sejarah kelahiran panda raksasa di luar China

      Indonesia toreh sejarah kelahiran panda raksasa di luar China

      6 Januari 2026 19:44

      Stok beras daerah bencana aman hingga enam bulan ke depan

      Stok beras daerah bencana aman hingga enam bulan ke depan

      5 Januari 2026 20:30

  • Daerah
    • Banda Aceh
    • Aceh Besar
    • Aceh Barat
    • Aceh Jaya
    • Aceh Selatan
    • Aceh Tengah
    • Aceh Timur
    • Bireuen
    • Aceh Utara
    • Lhokseumawe
    • Lainnya
    • Aceh Tenggara
    • Kab. Aceh Singkil
    • DPRA
    • Kota Sabang
    • Kota Subulussalam
    • Kota Langsa
    • Kab. Abdya
    • Kab Nagan Raya
    • Pemerintah Aceh
    • Kabupaten Aceh Tamiang
    • Kabupaten Bener Meriah
    • Gayo Lues
    • Kabupaten Pidie
    • Pemkab Bener Meriah
    • Pemkab Simuelu
    • Teknologi
      • Update Bencana Aceh, pemulihan BTS telekomunikasi baru 40 persen karena bergantung ketersediaan listrik

        Update Bencana Aceh, pemulihan BTS telekomunikasi baru 40 persen karena bergantung ketersediaan listrik

        11 Desember 2025 21:34

        Update Bencana Aceh, Suplai listrik jadi kendala utama pemulihan jaringan telekomunikasi

        Update Bencana Aceh, Suplai listrik jadi kendala utama pemulihan jaringan telekomunikasi

        5 Desember 2025 19:20

        Komdigi tegaskan Starlink di lokasi bencana Aceh gratis

        Komdigi tegaskan Starlink di lokasi bencana Aceh gratis

        3 Desember 2025 18:48

        Komdigi: 70 persen infrastruktur seluler di Aceh pulih dari bencana

        Komdigi: 70 persen infrastruktur seluler di Aceh pulih dari bencana

        2 Desember 2025 19:11

        Update Bencana Aceh, Komdigi bantu 20 perangkat starlink

        Update Bencana Aceh, Komdigi bantu 20 perangkat starlink

        1 Desember 2025 15:08

    • Hiburan
      • Perjalanan asmara selebritas 2025, menikah hingga berpisah secara dewasa

        Perjalanan asmara selebritas 2025, menikah hingga berpisah secara dewasa

        25 Desember 2025 15:30

        Pemkab Aceh Barat larang warga rayakan tahun baru, termasuk larang bakar mercon dan tiup terompet

        Pemkab Aceh Barat larang warga rayakan tahun baru, termasuk larang bakar mercon dan tiup terompet

        22 Desember 2025 10:07

        Santri Aceh Besar sisihkan uang jajan untuk bantuan bencana, sempat bingung menyalurkannya

        Santri Aceh Besar sisihkan uang jajan untuk bantuan bencana, sempat bingung menyalurkannya

        13 Desember 2025 15:02

        Tak Mau Seremonial Donasi, Keluarga Besar J99 Corp. Sambangi Pengungsi Banjir Aceh Tamiang

        Tak Mau Seremonial Donasi, Keluarga Besar J99 Corp. Sambangi Pengungsi Banjir Aceh Tamiang

        11 Desember 2025 21:26

        Marcella Zalianty semangati pengungsi bencana banjir Aceh di Pidie Jaya

        Marcella Zalianty semangati pengungsi bencana banjir Aceh di Pidie Jaya

        5 Desember 2025 23:48

    • Sport
      • Perkuat lini serang, Persiraja resmi datangkan pemain asal Spanyol

        Perkuat lini serang, Persiraja resmi datangkan pemain asal Spanyol

        7 Januari 2026 16:34

        PSSI salurkan bantuan untuk insan sepak bola terdampak bencana

        PSSI salurkan bantuan untuk insan sepak bola terdampak bencana

        1 Januari 2026 20:30

        Usai imbang, Manchester United harus rela berbagi  poin dengan Wolverhampton

        Usai imbang, Manchester United harus rela berbagi poin dengan Wolverhampton

        31 Desember 2025 07:33

        Usai Gol Salah, Mesir melaju16 besar Piala Afrika 2025

        Usai Gol Salah, Mesir melaju16 besar Piala Afrika 2025

        27 Desember 2025 09:40

        Pahlawan dua Piala Eropa Nottingham, John Robertson tutup usia

        Pahlawan dua Piala Eropa Nottingham, John Robertson tutup usia

        26 Desember 2025 08:58

    • Ekonomi
      • Wisatawan berkunjung ke Aceh capai 18,3 juta orang

        Wisatawan berkunjung ke Aceh capai 18,3 juta orang

        20 jam lalu

        Terdampak bencana,  pastikan pasokan BBM tetap andal di Aceh

        Terdampak bencana, pastikan pasokan BBM tetap andal di Aceh

        23 jam lalu

        BSI fasilitasi penukaran uang rusak korban banjir di Aceh

        BSI fasilitasi penukaran uang rusak korban banjir di Aceh

        23 jam lalu

        ASPPI: Aceh tetap nyaman dikunjungi pascabencana

        ASPPI: Aceh tetap nyaman dikunjungi pascabencana

        7 Januari 2026 18:15

        Begini keyakinan BI terhadap inflasi tahun 2026 dan 2027

        Begini keyakinan BI terhadap inflasi tahun 2026 dan 2027

        6 Januari 2026 11:51

    • Kesehatan
      • Melintas jalan tol, ini yang perlu dihindari pengemudi

        Melintas jalan tol, ini yang perlu dihindari pengemudi

        29 Desember 2025 09:23

        Istri donorkan ginjal untuk suami yang sakit, operasi berhasil di RSUDZA Banda Aceh

        Istri donorkan ginjal untuk suami yang sakit, operasi berhasil di RSUDZA Banda Aceh

        22 Desember 2025 18:39

        Update Bencana Aceh, 366 puskesmas sudah berfungsi lagi

        Update Bencana Aceh, 366 puskesmas sudah berfungsi lagi

        20 Desember 2025 12:46

        Dinkes Aceh waspadai penyakit menular di titik pengungsian

        Dinkes Aceh waspadai penyakit menular di titik pengungsian

        19 Desember 2025 19:57

        Kemenkes kembali lepas relawan kesehatan hingga psikolog ke Aceh

        Kemenkes kembali lepas relawan kesehatan hingga psikolog ke Aceh

        19 Desember 2025 17:15

    • Politik
      • Sebanyak 81 WNA dideportasi dari Aceh

        Sebanyak 81 WNA dideportasi dari Aceh

        2 Januari 2026 18:09

        Imigrasi terbitkan 88.954 ribu paspor di Aceh

        Imigrasi terbitkan 88.954 ribu paspor di Aceh

        31 Desember 2025 18:52

        Wagub Aceh ajak semua pihak jaga kekompakan jauhkan arogansi

        Wagub Aceh ajak semua pihak jaga kekompakan jauhkan arogansi

        26 Desember 2025 12:16

        KPK cek informasi dugaan suap dari ayah Bupati Bekasi

        KPK cek informasi dugaan suap dari ayah Bupati Bekasi

        24 Desember 2025 14:05

        Percepat pemulihan, Jhonlin Group kirim 16 alat berat ke Aceh

        Percepat pemulihan, Jhonlin Group kirim 16 alat berat ke Aceh

        24 Desember 2025 14:01

    • Dunia
      • Akibat aksi protes, Australia minta warganya segera tinggalkan Iran

        Akibat aksi protes, Australia minta warganya segera tinggalkan Iran

        6 jam lalu

        Legislator minta WNI di Venezuela jaga komunikasi

        Legislator minta WNI di Venezuela jaga komunikasi

        6 Januari 2026 11:57

        Swiss bekukan semua aset milik Nicolas Maduro

        Swiss bekukan semua aset milik Nicolas Maduro

        6 Januari 2026 11:45

        Praja IPDN bersih-bersih kantor pemda di Aceh

        Praja IPDN bersih-bersih kantor pemda di Aceh

        5 Januari 2026 14:48

        Spanyol tolak intervensi yang langgar hukum internasional di Venezuela

        Spanyol tolak intervensi yang langgar hukum internasional di Venezuela

        4 Januari 2026 17:45

    • Artikel
        • Opini
        • Buku
        • Sosok
        • Religi
        • Komentar
        Aceh Tamiang dan Keberlanjutan Peradaban Melayu

        Aceh Tamiang dan Keberlanjutan Peradaban Melayu

        19 Desember 2025 18:06

        Warkop, Kabel Rol, Secangkir Kopi : Perjuangan Jurnalis Memberitakan Banjir Aceh

        Warkop, Kabel Rol, Secangkir Kopi : Perjuangan Jurnalis Memberitakan Banjir Aceh

        18 Desember 2025 01:45

        Dari tsunami ke bencana banjir, gajah sumatera datang membantu Aceh

        Dari tsunami ke bencana banjir, gajah sumatera datang membantu Aceh

        9 Desember 2025 20:10

        Penyintas bencana di Aceh Tamiang minum air banjir untuk bertahan hidup

        Penyintas bencana di Aceh Tamiang minum air banjir untuk bertahan hidup

        3 Desember 2025 18:44

        Menguak joki skripsi di perguruan tinggi

        Menguak joki skripsi di perguruan tinggi

        11 Agustus 2024 15:21

        Begini cara merawat kucing berbulu panjang

        Begini cara merawat kucing berbulu panjang

        10 Juni 2022 14:40

        Buku biografi perintis jalan damai Aceh diterbitkan

        Buku biografi perintis jalan damai Aceh diterbitkan

        19 September 2020 15:30

        FKUB nyatakan Aceh provinsi paling toleran

        FKUB nyatakan Aceh provinsi paling toleran

        6 Agustus 2020 19:11

        Asa anak nelayan di ujung negeri lewat sekolah rakyat

        Asa anak nelayan di ujung negeri lewat sekolah rakyat

        15 Juli 2025 21:18

        Mengenang Paus Fransiskus, Reformis yang membelah opini publik

        Mengenang Paus Fransiskus, Reformis yang membelah opini publik

        21 April 2025 17:54

        Mualem Anak Ideologis Hasan Tiro

        Mualem Anak Ideologis Hasan Tiro

        18 Februari 2025 10:30

        Kisah akademisi asal Gaza, pelarian dan harapan

        Kisah akademisi asal Gaza, pelarian dan harapan

        4 Januari 2025 11:33

        Sejarah Masjid Tgk Di Anjong warisan ulama Aceh abad ke-18

        Sejarah Masjid Tgk Di Anjong warisan ulama Aceh abad ke-18

        19 Maret 2025 14:21

        Menyudahi rindu di hari kemenangan

        Menyudahi rindu di hari kemenangan

        3 Mei 2022 11:30

        Menikmati keindahan Masjid Raya Baiturrahman dari ketinggian

        Menikmati keindahan Masjid Raya Baiturrahman dari ketinggian

        28 April 2022 18:42

        Menjemput Lailatul Qadar

        Menjemput Lailatul Qadar

        28 April 2022 09:30

        Indonesia targetkan gabung ke OECD, apa keuntungannya?

        Indonesia targetkan gabung ke OECD, apa keuntungannya?

        6 Maret 2025 10:18

        Tips sebelum mudik dengan kendaraan pribadi

        Tips sebelum mudik dengan kendaraan pribadi

        31 Maret 2023 11:39

        Tips jaga emosi terjaga selama berpuasa

        Tips jaga emosi terjaga selama berpuasa

        27 Maret 2023 12:33

        Begini cerita tentang Citayam Fashion Week

        Begini cerita tentang Citayam Fashion Week

        27 Juli 2022 13:40

    • Foto
      • FOTO - Banjir Aceh Timur

        FOTO - Banjir Aceh Timur

        Senin, 1 Desember 2025 10:07

        FOTO - Operasi zebra Seulawah Polresta Banda Aceh

        FOTO - Operasi zebra Seulawah Polresta Banda Aceh

        Kamis, 20 November 2025 18:31

        FOTO - Fenomena supermoon di Aceh

        FOTO - Fenomena supermoon di Aceh

        Rabu, 5 November 2025 21:25

        FOTO - Penyerahan SK PPPK Tahap II di Aceh

        FOTO - Penyerahan SK PPPK Tahap II di Aceh

        Senin, 3 November 2025 17:19

        FOTO - Percepat musim tanam padi

        FOTO - Percepat musim tanam padi

        Senin, 3 November 2025 13:15

    • Video
      • Akhiri upah murah nakes di Lhokseumawe, Wali Kota: Harus sesuai UMP

        Akhiri upah murah nakes di Lhokseumawe, Wali Kota: Harus sesuai UMP

        Kamis, 8 Januari 2026 17:00

        Pemko Lhokseumawe salurkan 1.000 paket alat kebersihan pascabanjir

        Pemko Lhokseumawe salurkan 1.000 paket alat kebersihan pascabanjir

        Kamis, 8 Januari 2026 14:36

        Prajurit TNI kebut pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Pidie Jaya

        Prajurit TNI kebut pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Pidie Jaya

        Rabu, 7 Januari 2026 20:01

        500 IKM terdampak banjir di Lhokseumawe, alat usaha rusak dan hilang

        500 IKM terdampak banjir di Lhokseumawe, alat usaha rusak dan hilang

        Rabu, 7 Januari 2026 19:57

        Normalisasi Sungai Merdu mendesak, warga was-was banjir terjadi lagi

        Normalisasi Sungai Merdu mendesak, warga was-was banjir terjadi lagi

        Rabu, 7 Januari 2026 17:07

    Aceh, sasaran etnis Rohingya mendarat di tengah COVID-19

    Kamis, 10 September 2020 15:46 WIB

    Aceh, sasaran etnis Rohingya mendarat di tengah COVID-19

    Pengungsi etnis Rohingya di tempat penampungan sementara di BLK Kandang Kota Lhokseumawe, Senin (7/9/2020). (ANTARA/Khalis)

    Banda Aceh (ANTARA) - Mungkin karena peribahasa Peumulia Jamee Adat Geutanyoe (Memuliakan tamu adat kita) yang masih dipegang teguh masyarakat Aceh, sehingga siapapun yang datang ke provinsi itu tetap merasakan kenyamanan dan perlindungan.

    Oleh sebab itu, tidaklah heran karena perlakuan sedikit istimewa kepada para pendatang itu, maka akan menjadi daya tarik untuk kembali mengunjungi daerah berjuluk Serambi Mekah tersebut, termasuk ratusan pengungsi Muslim etnis Rohingya.

    Dalam dua bulan terakhir ini, di tengah-tengah seluruh komponen masyarakat yang sedang bergelut upaya memutus mata rantai COVID-19, Aceh kembali didatangi ratusan pengungsi Rohingya.

    Jumlah mereka sebanyak 297 orang, yang bertamu pada, Senin (7/9) dini hari. Wajah mereka tampak lesu. Kondisi tubuh juga terlihat lemas tak berdaya, setelah berbulan-bulan terkatung-katung di tengah laut lepas.

    Mereka merapat ke Aceh melalui Pantai Ujong Blang, di Kecamatan Banda Sakit, Kota Lhokseumawe. Nyaris tak ada senyum di wajah mereka saat menginjakkan kaki bibir pantai di daerah Tanah Rencong tersebut.

    Kini, mereka berada di Balai Latihan Kerja (BLK) Kandang Kota Lhokseumawe, sebagai tempat penampungan sementara. Kondisi mereka juga sangat memprihatinkan. Ada yang kakinya berbalut perban dan kayu karena patah, ada juga pengungsi yang perutnya luka besar dan parah. Tak tahu apa penyebabnya.

    "Mereka tiba di Pantai Ujong Blang itu sekitar pukul 00.30 WIB dini hari," kata Mirza, di Kota Lhokseumawe, awal pekan.

    Pengungsi etnis Rohingya di tempat penampungan sementara di BLK Kandang Kota Lhokseumawe, Senin (7/9/2020). (ANTARA/Khalis)

    Mirza salah satu warga yang menyambangi langsung Pantai Ujong Blang saat menerima informasi ratusan etnis rohingya terdampar. Manusia perahu itu merapat ke daerah bumi Serambi Mekkah dengan menumpangi boat kayu jenis JT TRN.U 11/00.

    Ceritanya, ketika merapat ke bibir pantai, mereka langsung berhamburan keluar dari kapal ke menuju pemukiman penduduk. Selanjutnya, warga lokal dan petugas yang mengetahuinya berhasil mengumpulkan kembali seluruh imigran Rohingya itu, hingga menjelang siang dievakuasi ke BLK Lhokseumawe.

    Pemerintah setempat bersedia menampung sementara pengungsi itu atas dasar alasan kemanusiaan. Data sementara, etnis rohingya tersebut berjumlah 297 orang, yang di antaranya terdiri 181 orang perempuan, 102 orang laki-laki dan 14 orang anak-anak.

    Tiba di BLK kawasan Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, seluruh pengungsi langsung menjalani tes cepat (rapid test) terkait COVID-19, dalam upaya mencegah antisipasi penyebaran virus yang menyerang paru-paru manusia tersebut.

    "Para pengungsi dipindahkan ke BLK Lhokseumawe, dan dilakukan rapid test karena mengingat saat ini dalam masa pandemi COVID-19," kata Juru bicara Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya Lhokseumawe, Marzuki.

    Karena alasan kemanusiaan, lanjut dia, Pemko Lhokseumawe menyatakan sedia untuk menampung sementara ratusan imigran Rohingya tersebut, namun untuk kebijakan selanjutnya akan diputuskan kembali dalam rapat bersama dengan unsur Forkopimda.

    "Forkopimda akan melakukan rapat kembali terkait imigran Rohingya tersebut, apakah nantinya akan ditampung ataupun tidak," kata Marzuki.

    Pengungsi sakit dan meninggal

    Saat mendarat di Pantai Ujong Blang, terdapat seorang Rohingya yang mengalami sesak nafas, sehingga harus dirujuk ke RSU Cut Mutia. Namun, karena kondisi membaik warga tersebut dikembalikan ke tempat penampungan bersama Rohingya lainnya.

    Namun, pada Selasa (8/9) kemarin, pengungsi etnis Rohingya bernama Khalimah, 21 tahun, berjenis kelamin perempuan tersebut dilaporkan meninggal dunia. Dan jenazahnya dibawa ke RSU Cut Meutia untuk pemulasaran, dan dimakamkan di daerah setempat.

    Marzuki mengatakan Khalimah meninggal dunia sekitar pukul 18.45 WIB, di tempat penampungan sementara ratusan rohingya yakni BLK Kandang.

    "Iya benar satu orang pengungsi Rohingya meninggal dunia di tempat penampungan sementara di BLK Lhokseumawe," kata Marzuki.

    Menurut dia saat mendarat di Pantai Ujong Blang, gadis Rohingya tersebut memang sempat mengalami sesak nafas sehingga dibawa ke RSU Cut Meutia. Namun, karena kondisi kesehatannya mulai membaik maka dipulangkan ke pengungsian.

    "Dia (Khalimah, red) sempat dipulangkan ke pengungsian, namun sebelum meninggal dia mengalami sesak nafas dan keluar buih dari mulutnya. Saat dilakukan pertolongan pertama, akhirnya gadis itu menghembuskan nafas terakhirnya," katanya.

    Selain itu, kata Marzuki, sekarang ini ada dua pengungsi Rohingya lainnya yang sedang mendapat perawatan di RSU Cut Meutia yakni Muhammad Syakir, 17 tahun dan Khatijah, 16 tahun.

    "Ada dua orang pengungsi yang saat ini sedang dirawat. Kita belum tahu apa sakit yang dideritanya," katanya.


    Rohingya gelombang kedua

    297 Rohingya bukan kali pertama bertamu ke Tanah Rencong di tengah pandemi COVID-19. Sebelumnya, pada Juni 2020, sebanyak 99 orang etnis Rohingya yang tergabung laki-laki, perempuan, dan anak-anak terdampar di Pantai Lancok Kabupaten Aceh Utara.

    Kedatangan kelompok pertama tersebut berlangsung dramatis. Warga Rohingya dibiarkan berjam-jam berada di perairan laut Pantai Lancok, Aceh Utara, tidak diizinkan turun ke daratan pantai, karena alasan mencegah COVID-19.

    Pada Kamis (24/6) lalu, sekitar pukul 18.00 WIB, puluhan Rohingya tersebut dievakuasi ke daratan oleh masyarakat setempat, karena merasa kasihan melihat anak-anak etnis Rohingya yang terkatung-katung di laut.

    "Kalau diturunkan ke darat ini kami membantu semampu kami, kalau tidak dibantu oleh pemerintah. Kami masak nasi sedikit seorang untuk berikan ke mereka, mampu kami memberi makan ke mereka Insyaallah," kata warga Lancok Aples Fuari, di Aceh Utara, waktu itu.

    Hingga kini, pengungsi tersebut berada di BLK Kandang. Mereka di bawah pengawasan Pemko Lhokseumawe, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), dan lembaga swadaya masyarakat internasional IOM, serta unsur dan lembaga lainnya.

    Penanganan dasar pengungsi

    Dua kelompok Rohingya ditampung sementara di Kota Lhokseumawe, yang jumlahnya mencapai 400 orang lebih. Hanya karena alasan kemanusiaan, Pemko Lhokseumawe bersedia menampung lebih pengungsi Rohingya tersebut untuk sementara waktu, dan berharap segara dikirim ke negara tujuannya.

    "Kita atas nama pemerintah kota Lhokseumawe, begitu Rohingya mendarat di wilayah Lhokseumawe, secara kemanusiaan kita harus melayani, meladeni. Mereka pengungsi, manusia juga. Kalau perlu kita tempat di camp ya kita tempatkan di camp sementara dulu," kata Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe Ridwan Jalil.

    Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya Lhokseumawe ini menjelaskan, saat pengungsi pertama mendarat Pemko telah melakukan berbagai penanganan dasar terhadap pengungsi, seperti pemeriksaan kesehatan umum hingga melakukan tes cepat terkait COVID-19.

    Satgas juga mengelola seluruh bantuan logistik untuk Rohingya yang bersumber dari warga, baik secara individu ataupun kelompok, serta bantuan dari NGO lokal. Pemko juga telah menyediakan camp pengungsian sementara yakni di BLK Kandang.

    "Saat yang pertama kemarin menyangkut logistik, kita lihat masyarakat kita masih antusias untuk membantu logistik, baik per orang, maupun kelompok, maupun NGO lokal. Tetapi dengan terjadi (gelombang Rohingya) tahap kedua ini saya lihat ini sudah agak sepi (bantuan)," katanya.

    Menurut Ridwan, kedatangan Rohingya gelombang kedua itu memunculkan beberapa persoalan. Kata dia, seperti BLK Kandang sudah tidak dapat menampung semua Rohingya baik gelombang pertama dan kedua, yang telah mencapai 400 orang lebih.

    "Karena tadi (8/9) malam yang pengungsi wanita sudah kita masukkan ke camp gedung, tapi yang pria ini masih di bawah tenda. Belum bisa kita masukkan karena tempat tidak memenuhi, kapasitas sudah melebihi," katanya.

    Selanjutnya, kata dia, fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang dibangun Pemko Lhokseumawe di BLK Kandang tersebut juga untuk kapasitas 100 orang, sehingga dengan jumlah pengungsi yang saat ini sudah tidak sanggup terpenuhi dengan baik.

    Belum lagi, lanjut dia, kondisi pengungsi yang sakit-sakitan. Katanya, Pemko Lhokseumawe sanggup dan bersedia menyediakan sumber daya manusia (SDM) tenaga medis, baik dokter maupun perawat, tetapi tidak sanggup memikirkan persediaan segala obat-obatannya.

    "Kalau tenaga medis, pemerintah kota bisa mengatasi tapi begitu butuh obat, ini dimana kita ambil," ujarnya.

    Selama ini Pemko Lhokseumawe terus berkoordinasi dengan UNHCR terkait penanganan pengungsi. Namun Pemko belum mendapatkan informasi pasti terkait kapan ratusan pengungsi itu diberangkatkan ke negara tujuan, atau di relokasi ke pengungsi Rohingya di Medan Sumatera Utara.

    "Kita tentu terus koordinasi dengan UNHCR, walaupun sampai hari ini saya belum mendapatkan kepastian kapan mereka (rohingya) akan dievakuasi ke negara ketiga," ujarnya.

    UNHCR harus segera memberi kepastian nasib pengungsi tersebut untuk dievakuasi ke negara tujuannya, tidak berlama-lama di BLK Kandang. Katanya, tentu terus berkoodinasi dengan UNHCR pusat, pemerintah pusat terkait penanganan para pencari suaka itu selama di Lhokseumawe.

    "UNHCR segera mendapatkan solusi untuk membawa mereka ke negara tujuannya, kemana mereka kita arahkan, apakah di Medan, disana ada camp. Jadi jangan anggap ini camp permanen, kita bukan camp permanen, kita bukan kota yang menjadi tempat penampungan, tapi kita memberikan pelayanan atas kemanusiaan," ujarnya.

    Namun, kata dia, untuk sementara guna memenuhi kapasitas tempat penampungan di gedung BLK Kandang, Pemko Lhokseumawe meminta UNHCR dan NGO lainnya berkoodinasi untuk segera membangun beberapa shelter bagi para pengungsi tersebut.

    "Kita butuh ada beberapa shelter yang harus dibagun sesegera mungkin oleh UNHCR dibawah koordinasi dengan seluruh NGO yang ada," katanya.

    Pengungsi kabur dari Camp

    Selain itu, Ridwan juga menyebutkan ada pengungsi Rohingya dari kelompok pertama merapat ke Aceh pada Juni lalu yang kabur dari BLK Kandang.

    Kelompok pertama, keseluruhannya berjumlah 99 orang. Namun kini hanya tersisa 93 orang, dan enam lainnya telah kabur dari camp pengungsian, tanpa diketahui keberadaannya.

    "Ada sekitar enam orang yang sudah kabur dari tempat penampungan sementara itu, yang gelombang pertama sampai, pada Juni," katanya.

    Menurut dia, Pemko Lhokseumawe belum mengetahui arah tujuan enam Rohingya tersebut melarikan diri dari pengungsian. Begitu juga dengan siapa yang membantu dan membawa para imigran tersebut melarikan diri.

    "Kita belum dapat informasi kemana tujuan mereka, tapi ini sudah dalam penyelidikan kepolisian juga," katanya.

    UNHCR mencari solusi permanen

    Protection Associate of UNHCR Oktina Hafanti mengatakan pihaknya terus memikirkan solusi permanen untuk ratusan pengungsi rohingya di Lhokseumawe. Katanya, meski telah direlokasi ke BLK Lhokseumawe, namun tetap mengikuti protokol kesehatan COVID-19.

    Kata dia, kelompok kedatangan kedua juga belum dibolehkan untuk bergabung dengan rombongan yang merapat pada Juni lalu, sebelum selesai pemeriksaan kesehatan, identifikasi, serta penanganan administrasi lainnya.

    "Untuk saat ini kita masih koordinasi dengan pemerintah Lhokseumawe. Saat ini memang direlokasi ke BLK, dan kita harapkan tidak bergabung dengan grup sebelumnya," katanya.
    Di BLK Kandang juga fasilitas telah memadai. Untuk grup saat ini yang datang kita harapkan pemerintah kota untuk memperhatikan kesehatan, terutama makannya, bantuan dasar dulu, kata Oktina.

    Oktina menjelaskan, berdasarkan informasi yang mereka dapatkan dari imigran tersebut, kelompok 297 orang itu sudah tujuh bulan terombang-ambing di laut lepas. UNHCR akan terus menggali informasi dari pengungsi.

    "UNHCR juga akan melakukan registrasi dan juga melakukan pendaftaran ulang lagi nanti, informasinya akan kita terima dari interview tersebut," katanya.

    Kata Oktina, pihaknya juga belum mendapatkan informasi negara tujuan dari rohingya kelompok kedua tersebut. Sama dengan kelompok pertama yang berjumlah 99 orang, UNHCR akan terus mencari solusi jangka panjang untuk imigran tersebut.

    "Tujuan mereka kita belum tahu lagi kemana. Saat ini alhamdulillah, terimakasih kepada pemerintah Lhokseumawe yang sudah menerima, dan memberikan tempat dan makanan," katanya.

    Yang 99 orang masih tetapi di BLK. Kita akan terus mencari solusi jangka panjang mereka bagaimana, dan kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pemerintah Lhokseumawe yang memberikan tempat tinggal dan sebagainya, katanya lagi.


    Pewarta: Khalis Surry
    Uploader : Salahuddin Wahid
    COPYRIGHT © ANTARA 2020

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest
    • print

    Berita Terkait

    UNHCR upayakan percepatan pemindahan pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

    UNHCR upayakan percepatan pemindahan pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

    29 Oktober 2025 11:48

    Pemkot Lhokseumawe bakal relokasi 92 pengungsi Rohingya dari eks kantor imigrasi

    Pemkot Lhokseumawe bakal relokasi 92 pengungsi Rohingya dari eks kantor imigrasi

    15 Oktober 2025 16:39

    Pemko Lhokseumawe bantu biaya berobat balita bocor jantung dirujuk ke Jakarta

    Pemko Lhokseumawe bantu biaya berobat balita bocor jantung dirujuk ke Jakarta

    14 Mei 2025 19:39

    Dekranasda Aceh dorong Pemko Lhokseumawe pasarkan produk perajin di medsos

    Dekranasda Aceh dorong Pemko Lhokseumawe pasarkan produk perajin di medsos

    25 Oktober 2024 14:22

    Pemko Lhokseumawe salurkan bantuan darurat banjir ke 1.714 warga terdampak

    Pemko Lhokseumawe salurkan bantuan darurat banjir ke 1.714 warga terdampak

    25 Desember 2023 22:00

    Pemko Lhokseumawe tetap berjalan seiring menunggu penunjukan Pj Wali Kota

    Pemko Lhokseumawe tetap berjalan seiring menunggu penunjukan Pj Wali Kota

    20 Desember 2023 21:44

    Pemko Lhokseumawe antisipasi jumlah sampah naik saat sarasehan APEKSI

    Pemko Lhokseumawe antisipasi jumlah sampah naik saat sarasehan APEKSI

    8 November 2023 20:34

    Persiapan Sarasehan Apeksi, Pemko Lhokseumawe ajak Kolaborasi BUMN dan BUMD

    Persiapan Sarasehan Apeksi, Pemko Lhokseumawe ajak Kolaborasi BUMN dan BUMD

    6 November 2023 19:38

    Terpopuler

    Polres Nagan Raya tahan truk diduga angkut BBM ilegal

    Polres Nagan Raya tahan truk diduga angkut BBM ilegal

    UMP Aceh 2026 jadi Rp3,9 juta per bulan

    UMP Aceh 2026 jadi Rp3,9 juta per bulan

    Penegasan Babinsa TNI usai Anggota DPD RI cek jembatan

    Penegasan Babinsa TNI usai Anggota DPD RI cek jembatan

    BPBD: Banjir susulan rendam lima Kecamatan di Aceh Timur

    BPBD: Banjir susulan rendam lima Kecamatan di Aceh Timur

    Tanggul jebol, Aceh Tamiang kembali diterjang banjir luapan sungai

    Tanggul jebol, Aceh Tamiang kembali diterjang banjir luapan sungai

    Top News

    • Ini usulan Asosiasi untuk Haji Khusus 2026

      Ini usulan Asosiasi untuk Haji Khusus 2026

      1 Januari 2026 11:16

    • Danantara pastikan hunian layak untuk korban banjir Aceh

      Danantara pastikan hunian layak untuk korban banjir Aceh

      31 Desember 2025 11:14

    • Kenapa jangan ke Pasar Tanah Abang  pada Tahun Baru?

      Kenapa jangan ke Pasar Tanah Abang pada Tahun Baru?

      29 Desember 2025 09:33

    • 11 kabupaten kota di Aceh perpanjang status tanggap darurat bencana

      11 kabupaten kota di Aceh perpanjang status tanggap darurat bencana

      25 Desember 2025 19:18

    • Basarnas: Operasi pencarian korban bencana di Aceh dihentikan

      Basarnas: Operasi pencarian korban bencana di Aceh dihentikan

      25 Desember 2025 19:17

    Antara News aceh
    aceh.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Daerah
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Sport
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Politik
    • Dunia
    • Artikel
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA