Banda Aceh, 22/9 (Antaraaceh) - Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh menyampaikan dukungannya terhadap Pemerintah Aceh.
"Merupakan suatu kehormatan bagi kami bisa bertemu, bertatap muka dan berdiskusi langsung dengan Bapak Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Terimakasih atas kesempatan ini, menerima kami ditengah jadwal bapak yang sangat padat," kata Presiden Mahasiswa Unsyiah Muhammad Chaldun pada saat bersilaturrahmi dengan Gubernur di Banda Aceh, Minggu.

Pertemuan yang berlangsung lebih kurang 40 menit. Sejumlah perwakilan mahasiswa menyampaikan aspirasi dan komitmen mereka dalam mendukung dan mengawal Pemerintahan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf.

Ia juga mengatakan silaturrahim dengan Gubernur ini sebagai bentuk rasa simpatik dan dukungan mereka untuk mengawal dan membantu jalannya roda pemerintahan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf.
Mahasiswa Unsyiah, tegas Chaldun, siap mendukung dan berkontribusi bersama Pemerintah Aceh dalam membangun Aceh.

"Kami siap Pak Gubernur, siap membantu Pemerintah Aceh jika dibutuhkan, kami siap kapan saja. Kami juga akan memberikan masukan yang membangun untuk kemakmuran Aceh. Tidak mau manis-manis juga, tapi tetap memberikan kritikan yang positif," pungkasnya.

Hal senada diutarakan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Darlis Azis. Ia menyatakan rasa haru yang mendalam atas kesempatan bisa bersilaturrahmi dan berbagi gagasan dan pemikiran dengan Gubernur Aceh.

Pengurus dan kader KAMMI Aceh, kata Darlis, siap bekerja dan membantu Pemerintahan Aceh.

"Ada pekerjaan rumah yang besar menjadi tugas kita bersama yakti menuntaskan UUPA. Kami berharap ini tidak berlarut-larut, Pemerintah Pusat harus konsisten dan kami siap bekerja dan membantu Pemerintah Aceh untuk menuntaskan hal ini," tekatnya.

"Mari kita perkokoh kebersamaan. semua potensi Aceh juga harus bisa kita garap untuk kesejahteraan rakyat. Mahasiswa siap di belakang Pemerintah Aceh untuk meneruskan pembangunan dan memperjuangkan UUPA,"” tambahnya lagi.

Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry juga menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam memperjuangkan segala butir-butir MoU Helsinki dan UUPA yang saat ini masih terkendala di Pemerintah Pusat.

"Bila perlu, kami siap ikut ke Jakarta untuk mendukung pemimpin dan sekaligus orang tua kami," ujarnya.

Mahasiswa UIN, ungkapnya, juga siap menyumbangkan ide dan berkontribusi untuk Pemerintah Aceh.

Dalam kesempatan itu, Presiden Mahasiswa UIN juga meminta dukungan Gubernur Aceh untuk menyokong penuh gagasan menjadikan UIN A-Raniry sebagai "kampus qur’ani".

"Setelah berganti nama dari IAIN menjadi UIN, kami berkomitmen untuk menjadikan kampus tersebut sebagai kampus qur’ani Aceh. Mohon Pak Gubernur mendukung kami menuju harapan tersebut," tandasnya.

Sementara Gubernur Zaini Abdullah mengatakan, momentum pertemuan seperti itu harus terus dilaksanakan dan dijalin. "Hari ini kita bertatap muka, ini adalah harapan kita semua. Mahasiswa harus mampu memberi input yang positif untuk kemajuan Aceh. Kalian adalah cucu dan anak-anak kami sebagai generasi penerus daerah Aceh," ujar Zaini Abdullah.

Gubernur sepakat dengan pemikiran mashasiswa yang terus berkolaborasi dengan semua elemen untuk menuntaskan prihal UUPA. "Perubahan mesti terjadi di Aceh. Kita semua bertanggungjawab untuk itu, untuk kesejahteraan rakyat, tentunya ya," kata Gubernur.


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026