Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan rapid test digelar sebagai deteksi dini pencegahan COVID-19.
"Terlihat antusias masyarakat mengikuti rapid test. Rapid test digelar dua hari, Sabtu (7/11) dan Minggu (8/11)," kata Kombes Pol Ery Apriyono.
Kombes Pol Ery Apriyono menyebutkan setiap harinya disediakan 100 alat penguji. Masyarakat yang ingin mengikuti rapid test bisa mendatangi tenda yang tersedia di lapangan Blangpadang.
Ada dua tenda untuk rapid test, yakni di sisi utara dan selatan Lapangan Blangpadang. Masyarakat tidak perlu khawatir mengikuti rapid test, kata Kombes Pol Ery Apriyono.
"Bagi mereka yang reaktif diminta segera melakukan karantina dan tes usap. Nanti juga ada Tim Peucrok yang dibentuk Polda Aceh menangani mereka yang reaktif hasil rapid test," kata Kombes Pol Ery Apriyono.
Yusi Muharnina (35), warga Banda Aceh, mengaku rapid test yang digelar Polda Aceh bersama Kodam IM sangat membantu untuk mendeteksi dini COVID-19.
"Masyarakat terbantu adanya rapid test ini. Tes ini sebagai pencegahan COVID-19. Dari tes ini, kita bisa mengetahui apakah reaktif atau nonreaktif. Jika reaktif, maka kita bisa melakukan tindak selanjut," kata Yusi.
Lain halnya dengan Novi, warga Aceh yang menetap di Jakarta. Rapid test tersebut dimanfaatkan mendapatkan surat keterangan kesehatan untuk perjalanan kembali ke Jakarta.
"Sebelum kembali ke Jakarta, saya harus mengikuti rapid test guna mengetahui reaktif atau tidak. Kalau reaktif, tentu saya menunda kepulangan. Hal ini untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Novi.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.