Usulan itu terungkap dalam pertemuan pimpinan dan anggota Komisi B DPRK Aceh Selatan yang terdiri dari Safriliadi SKM, Hadi Surya STP, M. Nasir Gani SH dan H Helmi Karim dengan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Aceh Selatan Mualimin di Cafe Rindu Alam Tapaktuan, Jumat (14/11).
M Nasir Gani SH meminta kepada Disbudparpora Aceh Selatan agar bergerak cepat menyusun pogram pembangunan bidang pariwisata di daerah itu. Apalagi, program pembangunan sektor tersebut sangat sejalan dengan visi misi serta program kerja Bupati Aceh Selatan H T Sama Indra yang sangat konsen ingin mengembangkan sektor pariwisata.
"Untuk menyukseskan program itu, kami meminta kepada pihak Disbudparpora Aceh Selatan agar memprioritaskan dulu penyusunan RIPPD. Sebab hal itu nantinya yang akan menjadi acuan atau dasar pijakan Pemkab Aceh Selatan dalam membangun bidang pariwisata," ujarnya.
Sebab, kata pemilik Cafe Rindu Alam ini, dirinya yang juga berstatus sebagai salah seorang pelaku pariwisata di Aceh Selatan itu sangat mengerti bagaimana kondisi perkembangan pariwisata di daerah itu berikut juga kendala atau persoalan-persoalan yang dihadapi selama ini.
"Pijakan awal untuk membangun dan memajukan sektor pariwisata di Aceh Selatan adalah harus dibuat dulu RIPPD, sehingga setelah ada RIPPD itu nanti maka akan menjadi dasar rujukan untuk dibuat Qanun Priwisata agar ada payung hukum dalam realisasi pelaksanaannya di lapangan," imbunya.
Nasir Gani yang juga berstatus sebagai anggota Badan Legislasi DPRK Aceh Selatan ini menyatakan, jika RIPPD itu sudah disusun, maka pihaknya menyatakan siap untuk menggolkan usulan draft Rancangan Qanun Pariwisata yang diusulkan Pemkab Aceh Selatan.
"Kami atas nama Badan Legislasi DPRK Aceh Selatan menyatakan siap untuk mendukung atau menggolkan draft raqan itu yang akan diajukan oleh Pemkab Aceh Selatan," tegas Nasir Gani.
Sementara H Helmi Karim mengatakan, untuk menyukseskan program kerja Bupati Aceh Selatan yang akan menjadikan atau merubah wajah Kota Tapaktuan menjadi Ibu Kota Kabupaten yang indah dan refresentatif, maka hal utama yang perlu diperhatikan adalah memajukan sektor pariwisata.
"Sebab, dengan telah dibangunnya objek-objek wisata di Tapaktuan maka dengan sendirinya Kota Tapaktuan akan berkembang pesat karena para wisatawan yang datang semakin ramai sehingga dengan sendirinya potensi-potensi ekonomi di tengah masyarakat akan hidup," cetusnya.
Di samping itu, Helmi Karim juga meminta kepada Pemkab Aceh Selatan agar dalam membangun Kota Tapaktuan dapat dilakukan secara terfokus dan tuntas.
"Kami mengapresiasi gebrakan pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh Pemkab Aceh Selatan sekarang dalam membangun Kota Tapaktuan, karena dapat dilihat sendiri di lapangan bahwa faktanya cukup banyak proyek pembangunan yang sedang berjalan." ujarnya.
Namun ia meminta agar realisasi pembangunan itu dapat terlihat jelas capaian keberhasilannya, maka diharapkan program pembangunan itu dapat dilakukan secara terfokus menuntaskan satu-satu program.
Merespon masukan dan usulan dari anggota Komisi B yang membidangi pariwisata itu, Kepala Dinas Budparpora Aceh Selatan Mualimin menyatakan pihaknya sangat menyambut baik usulan dari anggota dewan tersebut.
"Saya salut melihat kinerja anggota dewan yang baru ini, sebab baru kali ini saya lihat anggota dewan yang benar-benar serius ingin memajukan dunia pariwisata di daerah ini. Terkait usulan agar Pemkab Aceh Selatan segera membuat RIPPD, segera kami tindaklanjuti," kata Mualimin.
Dia mengatakan, kendala yang dihadapi pihaknya selama ini dalam membangun dan memajukan sektor pariwisata di daerah itu adalah karena belum adanya qanun yang mengatur tentang pariwisata sehingga dalam pelaksanaan di lapangan tidak ada payung hukum yang mengaturnya.
"Maka dengan adanya dorongan dari anggota dewan ini kami sangat berterimakasih dan kami merasa termotivasi untuk keberja lebih giat lagi ke depannya, sebab antara eksekutif dengan legislatif sudah bersinergi untuk sama-sama memajukan pariwisata di daerah ini," imbuhnya.
Mualimin menyatakan, Pemkab Aceh Selatan sekarang ini sedang memfokuskan pembangunan beberapa objek wisata seperti objek wisata Tapak Tuan Tapa di Gunung Lampu, objek wisata Taman Pala Indah yang rencananya akan dibangun Gedung Olah Raga Tapaktuan Sport Center (TSC), objek wisata Tingkat Tujuh, objek wisata pemandian kolam air dingin Panjupian dan objek wisata gelombang tujuh lapis di desa Air Pinang sampai Desa Ujong Batu Kecamatan Pasie Raja.
"Berdasarkan perencanaan yang telah dibuat, untuk membangun ke lima objek wisata ini, membutuhkan anggaran mencapai Rp70 miliar. Karena jika mengharapkan anggaran dari APBK tidak mungkin tercukupi, makanya untuk merealisasikan program itu Pemkab Aceh Selatan mengupayakan melobi anggaran ke pusat sumber APBN. Beberapa draft usulan anggaran ke sejumlah Kementerian telah dimasukkan oleh Bupati Aceh Selatan," tandas Mualimin.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.