Tapaktuan, 17/11 (Antaraaceh)  -  Sebanyak 38 orang warga Kabupaten Aceh Selatan selama periode Januari-Oktober 2014 positif terjangkit demam berdarah deugeu (DBD) stadium empat dan puluhan warga lainnya juga terjangkit demam deugeu (DD).
Pengelola program pengendalian penyakit DBD Dinas Kesehatan Aceh Selatan Ismuhardi di Tapaktuan, Senin, mengatakan, warga yang terjangkit DBD dan DD itu mayoritasnya berasal dari tiga dan empat kecamatan yang digolongkan wilayah endemis DBD.
Ke tiga Kecamatan yang dinyatakan paling ramai warganya terjangkit DBD itu adalah Kecamatan Tapaktuan, Samadua dan Sawang sedangkan. Ketiga Kecamatan tersebut wilayah endemis DBD termasuk Kecamatan Meukek, namun khusus untuk Kecamatan Meukek sampai saat ini belum ditemukan warganya yang menjadi korban DBD.
"Berdasakan data yang kami kumpulkan setiap bulannya dari RSUD Yulidin Away Tapaktuan, Kecamatan yang tergolong ramai warganya terjangkit DBD itu adalah Tapaktuan, Samadua dan Sawang sedangkan Meukek sampai saat ini belum kami temukan kasus terjangkit DBD," katanya.
Meskipun jumlah warga yang positif terjangkit DBD itu telah mencapai 38 orang, namun Dinas Kesehatan Aceh Selatan belum bersedia menetapkan kasus penyakit DBD itu sebagai kasus luar biasa.
"Itu belum bisa digolongkan sebagai kasus luar biasa, sebab belum ada korban yang meninggal dunia serta penyebarannya belum meluas. Sebab baru bisa digolongkan kasus luar biasa jika sudah ada jatuh korban jiwa serta penyebarannya meluas," ujar Ismuhardi.
Di samping itu, sambungnya, kasus warga yang terjangkit DBD itu pun belum terjadi peningkatan dari tahun 2013, sebab temuan kasusnya di tahun 2014 ini masih tergolong sama dengan tahun lalu.
"Artinya kondisi yang terjadi saat ini masih tergolong biasa belum terjadi peningkatan secara signifikan," ucapnya.
Untuk mengatasi persoalan itu, menurutnya, Dinas Kesehatan Aceh Selatan telah melakukan beberapa langkah di antaranya seperti langkah sosialisasi pentingnnya menjaga kebersihan lingkungan oleh masyarakat serta langkah fogging atau pengasapan ke seluruh desa dalam kecamatan yang dianggap endemis terjangkit DBD.
"Seperti dalam Kecamatan Tapaktuan, dari 15 desa yang ada, sebanyak 12 desa di antaranya sudah selesai kami lakukan fogging atau pengasapan ke setiap rumah penduduk. Target kami dalam beberapa hari ke depan langkah fogging itu merata ke setiap desa dalam kecamatan yang endemis terjangkit DBD," sebutnya.
Di samping itu, ujarnya, langkah lainnya yang akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekatnya ini adalah akan menggencarkan langkah sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan ke seluruh desa dalam kecamatan yang endemis DBD dengan menggandeng petugas dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Aceh Selatan.
"Terkait rencana itu, kami telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Aceh Selatan, mereka pun sangat menyambut baik rencana itu dan siap membantu pihak Dinas Kesehatan," imbuhnya.
Menyikapi persoalan itu, salah seorang warga Kota Tapaktuan Heriansyah Putra mengharapkan kepada pihak Dinas Kesehatan Aceh Selatan agar mengoptimalkan upaya pencegahan terjangkitnya DBD di tengah-tengah masyarakat setempat.
Soalnya, persoalan itu selama ini sudah sangat meresahkan masyarakat sehubungan telah banyaknya warga yang terkena atau terjangkit DBD.
"Keresahan itu terutama sekali dialami oleh kaum perempuan yang mempunyai anak kecil, sebab khawatir kasus serupa juga akan terjangkit anak-anaknya," kata Heriansyah.
Di samping itu, dia juga meminta kepada pihak Dinas Kesehatan agar dalam melakukan upaya pencegahan di lapangan tidak hanya sekedar melakukan langkah sosialisasi dan fogging ke rumah-rumah penduduk, tapi hendaknya langkah lainnya juga perlu dilakukan seperti memprogramkan pembagian kelambu dan bubuk abate kepada warga yang berlokasi dalam kecamatan yang tergolong endemis DBD.
"Masyarakat sekarang ini menunggu langkah penanganan yang konkrit dari Dinas Kesehatan bukan hanya sekedar sosialisasi serta fogging, sebab langkah seperti itu sudah menjadi agenda rutin dilakukan setiap tahunnya tapi nyatanya tetap tidak ada hasil yang signifikan sebab warga yang terjangkit DBD di lapangan semakin banyak," pungkasnya.


Editor : Antara Aceh

COPYRIGHT © ANTARA 2026