Proses pembentukan dan deklarasi Persatuan Muballigh Aceh ini dilangsungkan di Dayah Babussalam Al-Aziziyah Kecamatan Jeunieb, Bireuen, Kamis siang (2/1/), kata tokoh Ulama Muda
Tgk H.Muhammad Yusuf A.Wahab yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat.
Hadir pada deklarasi persatuan Muballigh Aceh diantaranya Tgk Yusri Puteh, Tgk Mulyadi, dan para muballigh kondang lainnya, selain juga para ulama Aceh lainnya.
Untuk menjalankan roda organisasi, para muballigh ini memilih Tgk Munir Qiran sebagai ketua Tanfiziyah atau ketua pelaksana. Sementara Tgk Nasruddin Judon Jeunib dan Tgk H Zulkarnen Blang Panyang masing-masing terpilih sebagai sekretaris dan bendahara.
Selain itu, para muballigh tersebut juga memilih Abu H Mustafa Paloh Gadeng sebagai ketua dewan syura dan Tgk H.Muhammad Yusuf A.Wahab sebagai wakil ketua dewan syura.
Tgk H.Muhammad Yusuf A.Wahab yang akrab disapa Tusop dalam tausiahnya menjelaskan bahwa dengan terbentuknya wadah Persatuan Muballighin Aceh hendaknya dapat meningkatkan kualitas para muballigh di Aceh dalam memberikan pencerahan-pencerahan dan pencerdasan bagi masyarakat Aceh.
“Ini merupakan amanah dari undang-undang dan syari’at Islam di Aceh”, ujar ulama muda yang juga salah satu ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) ini.
Kita berharap, bahwa dengan terbentuknya organsiasi persatuan muballigh maka akan terbangun konsolidasi dan memperkuat soliditas dalam mensukseskan penerapan syari’at Islam di Aceh.
“Organisasi ini kita harapkan juga bukan hanya sekedar formalitas semata, akan tetapi benar-benar dapat memperdalam rasa damaian di Aceh sehingga Aceh lebih kondusif dan harmonis lagi”, kata Tusop lagi menambahkan. (Azhari)
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026