Takengon (ANTARA Aceh) - Sebanyak 352 ekor kuda berlaga dalam pacuan kuda tradisional Gayo di Lapangan H.M. Hasan Gayo, Blang Bebangka-Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-438 Kota Takengon.
Pacuan kuda itu akan berlangsung selama tujuh hari dari Senin 23 Maret hingga Minggu 29 Maret 2015, ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Parawisata, Pemuda dan Olahraga, Amir Hamzah saat membacakan laporan pada pembukaan pacua kuda Senin (23/3).
Menurut Amir Hamzah, peserta pacuan kuda itu terdiri dari tiga Kabupaten dan Pordasi Aceh yakni Kabupaten Aceh Tengah 173 kuda, Bener Meriah 96 Kuda, Gayo Lues 51 Kuda dan dari Persatuan Olahraga Berkuda seluruh Indonesia (Pordasi) Aceh 32 Kuda.
“Pordasi Aceh baru tahun ini mengikuti pacuan kuda, biasanya pacuan kuda diikuti oleh tiga Kabupaten di Dataran Tinggi Gayoâ€, kata Amir Hamzah.
Sementara itu Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin saat membuka pacuan kuda tersebut mengatakan, pacuan kuda tradisional gayo adalah budaya rakyat dan jangan ada kecelakaan saat acara pacuan kuda karena kesalahan panitia.
“Panitia pelaksana harus benar-benar menjaga fasilitas umum sehingga rakyat merasa nyaman saat menyaksikan pacuan kuda ituâ€, sebut Nasaruddin.
Pacuan kuda itu akan berlangsung selama tujuh hari dari Senin 23 Maret hingga Minggu 29 Maret 2015, ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Parawisata, Pemuda dan Olahraga, Amir Hamzah saat membacakan laporan pada pembukaan pacua kuda Senin (23/3).
Menurut Amir Hamzah, peserta pacuan kuda itu terdiri dari tiga Kabupaten dan Pordasi Aceh yakni Kabupaten Aceh Tengah 173 kuda, Bener Meriah 96 Kuda, Gayo Lues 51 Kuda dan dari Persatuan Olahraga Berkuda seluruh Indonesia (Pordasi) Aceh 32 Kuda.
“Pordasi Aceh baru tahun ini mengikuti pacuan kuda, biasanya pacuan kuda diikuti oleh tiga Kabupaten di Dataran Tinggi Gayoâ€, kata Amir Hamzah.
Sementara itu Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin saat membuka pacuan kuda tersebut mengatakan, pacuan kuda tradisional gayo adalah budaya rakyat dan jangan ada kecelakaan saat acara pacuan kuda karena kesalahan panitia.
“Panitia pelaksana harus benar-benar menjaga fasilitas umum sehingga rakyat merasa nyaman saat menyaksikan pacuan kuda ituâ€, sebut Nasaruddin.
Pewarta: Pewarta : ZulkarnainUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026