FOTO - Perkembangan industri batik Aceh

  • Selasa, 12 Mei 2026 14:26

Pekerja menjemur kain batik bermotif khas Aceh di Industri Kecil Menengah (IKM) Rumoh Batik Aceh, Aceh Besar, Aceh, Senin (11/5/2026). IKM tersebut mampu memproduksi sekitar 20 helai batik per hari dengan ragam motif tradisional seperti Pintu Aceh, Aneuk Muling, Rumoh Aceh, Taloe Meuputa, dan Kerawang Gayo yang dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Jakarta dan Surabaya, dengan harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp2,7 juta per helai serta turut dipromosikan pada berbagai ajang nasional melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Pekerja melakukan proses pencantingan pada kain batik bermotif khas Aceh di Industri Kecil Menengah (IKM) Rumoh Batik Aceh, Aceh Besar, Aceh, Senin (11/5/2026). IKM tersebut mampu memproduksi sekitar 20 helai batik per hari dengan ragam motif tradisional seperti Pintu Aceh, Aneuk Muling, Rumoh Aceh, Taloe Meuputa, dan Kerawang Gayo yang dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Jakarta dan Surabaya, dengan harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp2,7 juta per helai serta turut dipromosikan pada berbagai ajang nasional melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Pekerja melakukan proses pencantingan pada kain batik bermotif khas Aceh di Industri Kecil Menengah (IKM) Rumoh Batik Aceh, Aceh Besar, Aceh, Senin (11/5/2026). IKM tersebut mampu memproduksi sekitar 20 helai batik per hari dengan ragam motif tradisional seperti Pintu Aceh, Aneuk Muling, Rumoh Aceh, Taloe Meuputa, dan Kerawang Gayo yang dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Jakarta dan Surabaya, dengan harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp2,7 juta per helai serta turut dipromosikan pada berbagai ajang nasional melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Pekerja melakukan proses pencantingan pada kain batik bermotif khas Aceh di Industri Kecil Menengah (IKM) Rumoh Batik Aceh, Aceh Besar, Aceh, Senin (11/5/2026). IKM tersebut mampu memproduksi sekitar 20 helai batik per hari dengan ragam motif tradisional seperti Pintu Aceh, Aneuk Muling, Rumoh Aceh, Taloe Meuputa, dan Kerawang Gayo yang dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Jakarta dan Surabaya, dengan harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp2,7 juta per helai serta turut dipromosikan pada berbagai ajang nasional melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Pekerja menjemur kain batik bermotif khas Aceh di Industri Kecil Menengah (IKM) Rumoh Batik Aceh, Aceh Besar, Aceh, Senin (11/5/2026). IKM tersebut mampu memproduksi sekitar 20 helai batik per hari dengan ragam motif tradisional seperti Pintu Aceh, Aneuk Muling, Rumoh Aceh, Taloe Meuputa, dan Kerawang Gayo yang dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Jakarta dan Surabaya, dengan harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp2,7 juta per helai serta turut dipromosikan pada berbagai ajang nasional melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Pekerja melakukan proses pewarnaan kain batik bermotif khas Aceh di Industri Kecil Menengah (IKM) Rumoh Batik Aceh, Aceh Besar, Aceh, Senin (11/5/2026). IKM tersebut mampu memproduksi sekitar 20 helai batik per hari dengan ragam motif tradisional seperti Pintu Aceh, Aneuk Muling, Rumoh Aceh, Taloe Meuputa, dan Kerawang Gayo yang dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Jakarta dan Surabaya, dengan harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp2,7 juta per helai serta turut dipromosikan pada berbagai ajang nasional melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Pekerja mencetak motif pada kain batik khas Aceh di Industri Kecil Menengah (IKM) Rumoh Batik Aceh, Aceh Besar, Aceh, Senin (11/5/2026).IKM tersebut mampu memproduksi sekitar 20 helai batik per hari dengan ragam motif tradisional seperti Pintu Aceh, Aneuk Muling, Rumoh Aceh, Taloe Meuputa, dan Kerawang Gayo yang dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Jakarta dan Surabaya, dengan harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp2,7 juta per helai serta turut dipromosikan pada berbagai ajang nasional melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Pekerja menyelesaikan pembuatan batik bermotif khas Aceh di Industri Kecil Menengah (IKM) Rumoh Batik Aceh, Aceh Besar, Aceh, Senin (11/5/2026). IKM tersebut mampu memproduksi sekitar 20 helai batik per hari dengan ragam motif tradisional seperti Pintu Aceh, Aneuk Muling, Rumoh Aceh, Taloe Meuputa, dan Kerawang Gayo yang dipasarkan ke sejumlah daerah, di antaranya Jakarta dan Surabaya, dengan harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp2,7 juta per helai serta turut dipromosikan pada berbagai ajang nasional melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh. ANTARA FOTO/Akramul Muslim

Berita Terkait