Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menegaskan Pemerintah Aceh berkomitmen melestarikan lingkungan hidup untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

"Komitmen melestarikan lingkungan hidup ini kami tuangkan dalam program prioritas Pemerintah Aceh," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Aceh dalam sambutannya ketika menjamu makan malam delegasi Uni Eropa. Jamuan tersebut berlangsung di pendopo (rumah dinas) Gubernur Aceh.

Dalam jamuan tersebut delegasi Uni Eropa menyampaikan hasil studi kelayakan tata ruang Provinsi Aceh yang diserahkan Giovanni S, anggota delegasi Uni Eropa kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, kata Gubernur, Pemerintah Aceh menetapkan empat stratagi. Empat strategi ini menjadi isu prioritas yang dijalankan Pemerintah Aceh.

Empat strategi tersebut, kata dia, antara lain pengendalian lingkungan hidup, penurun beban pencemaran, peningkatan pengelolaan kapasitas sumber daya alam tanpa merusak lingkungan, serta mengantisipasi terjadinya bencana.

"Empat strategi inilah yang dijalankan Pemerintah Aceh untuk mewujudkan komitmen melestarikan lingkungan hidup. Kami berharap semua elemen masyarakat Aceh ikut menjalankan empat strategi tersebut," kata Zaini Abdullah.

Gubernur Aceh mengatakan, untuk memperkuat strategi tersebut, Pemerintah Aceh mengeluarkan sejumlah regulasi seperti jeda penebangan hutan, moratorium tambang, rencana aksi penurunan gas rumah kaca, dan lain sebagainya.

Uni Eropa, kata dia, turut mendukung komitmen Pemerintah Aceh melestarikan lingkungan hidup. Hal ini dibuktikan dengan mendukung penyusunan studi kelayakan tata ruang Aceh serta program perubahan iklim.

"Kami menyambut baik dukungan tersebut. Apalagi bagi Pemerintah Aceh, isu lingkungan merupakan program prioritas yang masuk dalam rencana pembangunan," katanya.

Sementara itu, Ketua Delegasi Uni Eropa Frank Viault mengatakan, pihaknya tidak hanya mendukung program pelestarian lingkungan di Aceh, tetapi juga pernah ikut terlibat dalam program rekonstruksi pascastunami dan perdamaian Aceh.

"Aceh memiliki tempat di hati kami. Aceh seperti tempat tinggal kedua bagi kami. Dan Uni Eropa, sebelumnya ikut terlibat dalam pembangunan Aceh," katanya.

Ia menyabutkan, Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam, seperti sektor kehutanan yang tidak terhingga. Kekayaan sumber daya alam ini harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

"Karena itu, Uni Eropa mendukung komitmen Pemerintah Aceh melestarikan lingkungan hidupnya. Dan Uni Eropa siap mengawal pembangunan Aceh yang ramah lingkungan," katanya.



Pewarta: Pewarta : M Haris SA
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026