Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan sampai saat ini belum memiliki Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPDA), sehingga potensi yang ada kurang dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Selatan H Azwar Rahman saat dihubungi di Tapaktuan, Jumat menyatakan, RIPDA merupakan patron untuk mengembangkan potensi wisata daerah agar pengelolaan objek wisata dapat terintegrasi dengan baik dan terarah.

Kabupaten yang berpenduduk sekitar 235 ribu jiwa dengan panjang garis pantai 169 kilometer tersebut, memiliki panorama alam yang cukup indah. Namun sektor ini terkesan tidak tersentuh penggarapannya oleh Pemerintah setempat.

Menurut Azwar, ada 164 titik destinasi pariwisata di kabupaten yang tersohor sebagai daerah penghasil pala itu.

Dari jumlah tersebut kata dia, hanya 6 saja yang selama ini mendapat sentuhan, yakni objek wisata tingkat 7, pemandian panjupian, pemandian air terjun air dingin, pertapakan tuan tapa dan panorama Hatta.

Dikatakannya, perhatian terhadap enam objek daya tarik wisata itupun tidak terintergrasi dengan baik dan selama ini hanya bersifat parsial, sehingga pengembangannya berjalan lambat dan tidak fokus.

Karenanya, sambung Azwar yang baru empat bulan memimpin dinas tersebut, pada tahun ini pihaknya akan memfokuskan pembuatan RIPDA yang nantinya menjadi dasar atau perencanaan induk pengembangan sektor wisata di daerah itu, baik yang belum tersentuh maupun penataan kembali objek-objek wisata yang ada di daerah yang berada di pesisir barat selatan Provinsi Aceh itu.

Menurutnya, penyebab selama ini pembangunan sektor wisata di Aceh Selatan terkesan setengah-setengah, adalah acuan untuk itu belum ada.

Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya memberi garansi pada tahun 2016 nanti RIPDA Aceh Selatan sudah berjalan karena tim penyusun untuk itu telah dibentuk dan sudah mulai bekerja.

"Mengapa sektor pariwisata penting ditingkatkan, karena dampak dari itu memberikan peluang lapangan pekerjaan kepada masayarakat daerah ini yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, sektor ini juga memberikan sarana refresing bagi keluarga serta dapat menarik wisman dari derah lain untuk penambahan pendapatan daerah.

Ia mencontohkan desa Lhok Reukam, Kecamatan Tapaktuan yang tepat berada di bibir pantai Samudera Hindia itu, saat ini telah memiliki guest house yang dibangun masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Azwar juga menerangkan bahwa pada tahun 2016, ODT gelombang tujuh di Desa Air Pinang Tapaktuan akan dibangun mega proyek yang bersumber dari APBN.



Pewarta: Pewarta : Hendrik
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026