Meulaboh (ANTARA Aceh) - Hektaran tanaman padi petani Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengalami gagal panen akibat diserang hama walang sengit ketika tanaman padi berusia 2,5 bulan.
Abdul Manan, anggota kelompok tani Blang Dalam, Kecamatan Kaway XVI di Meulaboh, Rabu mengatakan, sebagian besar tanaman padi pada area sawah miliknya tidak lagi dipanen dan dibiarkan hancur sendiri karena sudah tidak berarti.
"Untuk apa lagi dipanen, percuma saja sebab biji padinya gosong dan sudah bewarna hitam. Nanti saat masuk musim turun kesawah tinggal dibersihkan sekalian," katanya.
Abdul Manan merupakan satu dari sekian banyak petani di kawasan Desa Blang Beurandang dan Pasie Jambu yang mengalami gagal panen pada musim gadu ini akibat diserang hama walang sengit.
Sebagian petani lain berada di kawasan pematangan sawah setempat sudah melakukan panen pada minggu pertama September 2015, hasil didapatkan petani rata-rata 5-6 ton/hektar.
Abdul Manan menyatakan dirinya memiliki area sawah tanaman padi 10 "umong" atau 10 petak sawah (ukuran 25x25 meter persegi), hanya tujuh petak diantaranya dapat dipanen dan sisanya dibiarkan terlantar karena rusak.
"Meskipun hanya tiga petak sawah yang rusak, tapi kali ini lebih besar kerugian kami dari pada musim yang sudah-sudah. Ada yang benih bantuan ada juga yang kena hama itu benih dari kami beli sendiri," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, dirinya sangat sepakat apabila pemerintah memiliki program asuransi petani, ketika mengalami kerugian akibat gagal panen setidaknya keluarga mereka terbantu untuk musim tanam selanjutnya.
Pria yang akrap disapa Beudo ini menyampaikan, area sawah petani setempat umumnya adalah tadah hujan dan rencana turun kesawah musim rendengan dilakukan serentak setelah lebaran Idul Adha 1436 Hijriah, atau paling telat pertengahan Oktober 2015.
Menyingung persoalan banjir besar Aceh Barat yang sempat merendam area sawah petani pada minggu kedua September 2015, menurut dia tidak begitu berdampak pada kerusakan tanaman padi karena masyarakat petani kawasan itu sudah melakukan panen.
"Banjir kemarin itu tidak banyak merusak tanaman padi karena sudah panen, tapi memang hama walang sengit musim ini sangat luar biasa. Meski sudah di semprot racun hama tetap saja tidak berpindah," katanya menambahkan.
Abdul Manan, anggota kelompok tani Blang Dalam, Kecamatan Kaway XVI di Meulaboh, Rabu mengatakan, sebagian besar tanaman padi pada area sawah miliknya tidak lagi dipanen dan dibiarkan hancur sendiri karena sudah tidak berarti.
"Untuk apa lagi dipanen, percuma saja sebab biji padinya gosong dan sudah bewarna hitam. Nanti saat masuk musim turun kesawah tinggal dibersihkan sekalian," katanya.
Abdul Manan merupakan satu dari sekian banyak petani di kawasan Desa Blang Beurandang dan Pasie Jambu yang mengalami gagal panen pada musim gadu ini akibat diserang hama walang sengit.
Sebagian petani lain berada di kawasan pematangan sawah setempat sudah melakukan panen pada minggu pertama September 2015, hasil didapatkan petani rata-rata 5-6 ton/hektar.
Abdul Manan menyatakan dirinya memiliki area sawah tanaman padi 10 "umong" atau 10 petak sawah (ukuran 25x25 meter persegi), hanya tujuh petak diantaranya dapat dipanen dan sisanya dibiarkan terlantar karena rusak.
"Meskipun hanya tiga petak sawah yang rusak, tapi kali ini lebih besar kerugian kami dari pada musim yang sudah-sudah. Ada yang benih bantuan ada juga yang kena hama itu benih dari kami beli sendiri," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, dirinya sangat sepakat apabila pemerintah memiliki program asuransi petani, ketika mengalami kerugian akibat gagal panen setidaknya keluarga mereka terbantu untuk musim tanam selanjutnya.
Pria yang akrap disapa Beudo ini menyampaikan, area sawah petani setempat umumnya adalah tadah hujan dan rencana turun kesawah musim rendengan dilakukan serentak setelah lebaran Idul Adha 1436 Hijriah, atau paling telat pertengahan Oktober 2015.
Menyingung persoalan banjir besar Aceh Barat yang sempat merendam area sawah petani pada minggu kedua September 2015, menurut dia tidak begitu berdampak pada kerusakan tanaman padi karena masyarakat petani kawasan itu sudah melakukan panen.
"Banjir kemarin itu tidak banyak merusak tanaman padi karena sudah panen, tapi memang hama walang sengit musim ini sangat luar biasa. Meski sudah di semprot racun hama tetap saja tidak berpindah," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.