Blangpidie (ANTARA Aceh) - Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) hingga akhir tahun 2015 telah memiliki tanaman sawit rakyat seluas 17.162 hektare dengan jumlah pemilik 9.567 kepala keluarga yang tersebar di sembilan kecamatan.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Abdya, Herman Suryadi di Blangpidie, Selasa mengatakan, dari luas 17.162 hektare tersebut, 10.213 hektare di antaranya sudah menghasilkan dengan produksi rata-rata 169.094 ton per tahun.
"Produksi ini belum begitu maksimal dikarenakan seluas 2.493 hektare tanaman belum menghasilkan ditambah lagi dengan tanaman yang rusak sekitar 4.456 hektare. Semua tanaman sawit ini berada di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Abdya," katanya.
Selain komoditi sawit, kata dia, Dishutbun Abdya juga ada mengembangkan komoditi lain pada masyarakat, seperti tanaman karet, kelapa dalam, kopi, cengkeh, pala, pinang, kakao, sagu dan nilam.
Untuk komoditi karet, lanjut dia, pihaknya terus mengembangkan di setiap kecamatan dengan memberikan bantuan bibit gratis kepada masyarakat di pedesaan sebagaimana yang diprogramkan oleh Bupati Jupri Hassannuddin.
"Kalau komoditi karet, saat ini kita telah memiliki seluas 774 hektare, dan komoditi ini terus kita kembangkan sebagaimana arahan bapak bupati, termasuk komoditi-komoditi lainnya," katanya menambahkan.
Selain karet, kata dia, pihaknya juga ada mengembangkan komoditi kelapa dalam dengan luas 2.076 hektare, kopi 436 hektare, cengkeh 208 hektare, pala 2.391 hektare, pinang 369 hektare, kakao 3.795 hektare, sagu 16 hektare dan nilam seluas 15 hektare.
Sedangkan lahan kosong yang dapat ditanami berbagai komoditi di Abdya kini tinggal seluas 24.405 hektare lagi yang terdapat di sembilan kecamatan.
"Jadi, ke depan, pada lahan-lahan kosong inilah yang akan kita fokuskan bantuan bibit gratis. Kita terus mengajak para petani kebun untuk menanam berbagai komoditi agar masyarakat dapat menghasilkan," demikian Herman Suryadi.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Abdya, Herman Suryadi di Blangpidie, Selasa mengatakan, dari luas 17.162 hektare tersebut, 10.213 hektare di antaranya sudah menghasilkan dengan produksi rata-rata 169.094 ton per tahun.
"Produksi ini belum begitu maksimal dikarenakan seluas 2.493 hektare tanaman belum menghasilkan ditambah lagi dengan tanaman yang rusak sekitar 4.456 hektare. Semua tanaman sawit ini berada di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Abdya," katanya.
Selain komoditi sawit, kata dia, Dishutbun Abdya juga ada mengembangkan komoditi lain pada masyarakat, seperti tanaman karet, kelapa dalam, kopi, cengkeh, pala, pinang, kakao, sagu dan nilam.
Untuk komoditi karet, lanjut dia, pihaknya terus mengembangkan di setiap kecamatan dengan memberikan bantuan bibit gratis kepada masyarakat di pedesaan sebagaimana yang diprogramkan oleh Bupati Jupri Hassannuddin.
"Kalau komoditi karet, saat ini kita telah memiliki seluas 774 hektare, dan komoditi ini terus kita kembangkan sebagaimana arahan bapak bupati, termasuk komoditi-komoditi lainnya," katanya menambahkan.
Selain karet, kata dia, pihaknya juga ada mengembangkan komoditi kelapa dalam dengan luas 2.076 hektare, kopi 436 hektare, cengkeh 208 hektare, pala 2.391 hektare, pinang 369 hektare, kakao 3.795 hektare, sagu 16 hektare dan nilam seluas 15 hektare.
Sedangkan lahan kosong yang dapat ditanami berbagai komoditi di Abdya kini tinggal seluas 24.405 hektare lagi yang terdapat di sembilan kecamatan.
"Jadi, ke depan, pada lahan-lahan kosong inilah yang akan kita fokuskan bantuan bibit gratis. Kita terus mengajak para petani kebun untuk menanam berbagai komoditi agar masyarakat dapat menghasilkan," demikian Herman Suryadi.
Pewarta: Pewarta : SuprianUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.