Blangpidie (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus memacu pembangunan saluran jaringan irigasi, sehingga para petani menjadi mudah dalam mengairi sawahnya pada saat musim tanam.
     
"Alhamdulillah, sekarang sudah 70 persen jaringan irigasi di Abdya sudah baik dan sisanya lagi sekitar 30 persen akan kita bangun pada tahun depan. Hal ini kita lakukan untuk memudahkan petani," kata Bupati Abdya Jupri Hasanuddin di sela-sela peninjauan sejumlah proyek irigasi di daerahnya, Minggu.
     
Amatan di lapangan, sejumlah proyek fisik pembangunan jaringan irigasi yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tambahan dan Sumber Dana Otonomi Khusus (Otsus) 2015 ditinjau langsung oleh Bupati Abdya.
     
Proyek-proyek yang ditinjau oleh orang nomor satu di kabupaten yang berjulukan "Nagari Breuh Sigupai" itu terdapat di Kecamatan Susoh, Jumpa, Kuala Batee dan Kecamatan Babahrot.
     
Sedangkan sebelumnya, Kamis (19/11), Bupati Jupri Hassannuddin juga telah meninjau sejumlah proyek yang sama di sebelah timur Abdya, yakni di Kecamatan Setia, Tangan-Tangan, Manggeng dan Kecamatan Lembah Sabil.
     
Peninjauan yang dilakukan Bupati Abdya ini guna memastikan pelaksanaan pekerjaan proyek dapat berjalan dengan baik sekaligus mengevaluasi jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan Detail Engineering Design (DED).
     
Bupati Jupri didampingi Ketua DPRK Zulkifi Isa dan sejumlah Kepala SKPD setempat mengawali peninjauan pembangunan DAM Parit kelompok tani sawah di Desa Pawoh, Kecamatan Susoh.
     
Setelah meninjau jaringan irigasi dibawah pengawasan Dinas Pertanian dan Peternakan Abdya itu, Bupati Jupri Hassannuddin bersama rombongan juga meninjau pembangunan jaringan irigasi di Kecamatan Jumpa.
     
Proyek pembangunan jaringan irigasi yang kini sedang dibangun tersebut memiliki panjang sekitar 5,6 kilometer yang mengelilingi areal persawahan Desa Alu Sungai Pinang menuju Dusun Pasar, Desa Jumpa Barat, Kecamatan Jumpa.
     
Setelah meninjau proyek sumber dana Otsus 2015 tersebut, Bupati Jupri Hassannuddin juga meninjau saluran irigasi lainnya di kecamatan yang sama, yakni di desa Kampung Baru.
     
Bergerak dari Kampung Baru, rombongan menuju Kecamatan Kuala Batee, di Desa Rumah Panjang, Bupati bersama rombongan juga meninjau pengaman tebing yang telah rusak dihantam banjir beberapa waktu lalu.
     
Beronjong pengaman tebing yang berada di sungai Rumah Panjang tersebut terlihat sudah amblas termasuk irigasi pedesaan di kawasan sungai tersebut sudah meletus sehingga air sungai tidak dapat lagi dialirkan ke kawasan areal persawahan.
     
Melihat kondisi tersebut, Bupati Jupri Hassannudin langsung memerintahkan kepala Badan Penangulangan Bencana untuk segera memperbaiki irigasi yang rusak tersebut sehingga proses program tanam serentak musim tanam rendengen ini tidak terganggu.
     
Masih dalam Kecamatan Kuala Batee, tepatnya di Desa Lhok Gajah, Bupati bersama rombongan menunaikan Sholat Zuhur berjamaah di Masjid Jamik setempat.
     
Usai menunaikan sholat, rombongan yang dipimpin Bupati tersebut melanjutkan peninjauan ke proyek pembangunan peningkatan jaringan irigasi DI Alue Pade. Proyek dengan nilai kontrak Rp2,2 miliar lebih itu mengunakan sumber DAK Tambahan Usulan Daerah 2015, dikerjakan oleh CV Tuah Abdya.
     
Selain proyek tersebut, Bupati juga meninjau proyek pembangunan peningkatan jaringan irigasi DI Panto Cut yang dikerjakan oleh PT Zarnita Abadi dengan nilai kontrak Rp2,8 miliar lebih sumber anggaran yang sama, yakni DAK Tambahan Usulan Daerah termasuk sejumlah proyek irigasi lainnya di Kecamatan Kuala Batee.
     
"Peninjauan ini kita lakukan agar pekerjaan proyek pemerintah ini benar-benar dilaksanakan dengan baik dan betul-betul dapat bermanfaat bagi para petani padi sawah di kawasan ini," kata Bupati Jupri Hasanuddin.
     
Bupati mengatakan, Pemkab Abdya akan terus melakukan pembangunan jaringan irigasi teknis di kabupatenya hingga tahun-tahun mendatang, supaya para petani menjadi mudah dalam mengairi sawah pada saat musim tanam padi.
     
"InsyaAllah, pada tahun depan, pembangunan jaringan irigasi ini terus kita lakukan sampai semua saluran irigasi terkoneksi, sehingga semua saluran irigasi di Abdya sudah terbangun," demikian Jupri Hassannuddin.



Pewarta: Pewarta : Suprian
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026