Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Warga Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, memanfaatkan lahan tidur seluas 15 hektare untuk pengembangan tanaman jagung dalam upaya meningkatkan pendapatan mereka.

Geuchik (Kepala Desa) Paloh Awe, Kecamatan Muara Batu, Saifuddin di Lhokseumawe, Selasa mengatakan, awalnya lahan tersebut dipenuhi oleh semak belukar, karena partisipatif dari warga setempat akhirnya menjadi tertata dengan rapi dan siap untuk ditanami jagung.

"Awalnya lahan 15 hektare ini seperti hutan dan dipenuhi oleh semak-semak, karena inisiatif dari masyarakat di Desa Paloh Awe, lahan tersebut dibersihkan dan sekarang menjadi tertata dengan rapi," ujar Saifuddin.

Saifuddin menambahkan, semula pihaknya merencanakan budidaya tanaman kedelai, karena sering hujan akhirnya warga bersepakat untuk melakukan budidaya jagung dan benihnya berasal dari bantuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Aceh Utara.

Ke depannya, warga setempat juga akan melakukan pembukaan lahan tidur kembali, karena di Desa Paloh Awe masih terdapat lahan tidur seluas 60 hektare dan bisa melakukan kegiatan bercocok tanam secara berkelanjutan.

"Insyallah ke depannya kami warga Desa Paloh Awe akan mengoptimalkan lahan tidur, karena masih ada lahan seluas 60 hektare yang belum dimanfaatkan sama sekali," tutur Saifuddin.

Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Muara Batu Abdul Hadi menyatakan, pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi atas inisiatif warga untuk mengoptimalkan lahan yang masih terlantar.

Abdul menambahkan, di Kecamatan Muara Batu terdapat sekitar 500 hektare lahan tidur dan pihaknya akan terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat, agar lahan yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Kami sangat mendukung atas partisipasi warga tersebut, hal-hal yang seperti inilah yang sangat diharapkan. Apabila dilakukan secara berkelanjutan, maka tidak ada lagi lahan tidur di tempat kita," ujar Abdul Hadi.



Pewarta: Pewarta : Mukhlis
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026