Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Relawan yang aktif memberikan bantuan penanggulangan bencana alam di Aceh Selatan masing-masing Satgas SAR, RAPI, PMI dan Tagana Dinas Sosial dijadwalkan akan menggelar refleksi untuk memperingati Gempa Bumi dan Tsunami pada tanggal 26 Desember 2015 di Pasie Asahan, Kecamatan Kluet Utara.
Acara dalam rangka memperingati 11 tahun kejadian Gempa disusul bencana Tsunami yang meluluh lantakkan sebagian bumi Aceh itu, dimulai dengan doa bersama untuk warga korban Tsunami serta dirangkai dengan simulasi Gempa bumi dan Tsunami yang melibatkan puluhan masyarakat dan tim relawan serta unsue pemerintahan dari dinas terkait.
''Dalam rangka memperingati 11 tahun tsunami Aceh yang menggemparkan dunia, relawan Satgas SAR, PMI, RAPI dan Tagana Aceh Selatan akan menggelar refleksi berupa Doa bersama, pengajian Al Quran dan yasinan dengan dirangkai simulasi untuk meminta ampunan serta memohon kepada Allah SWT semoga tragedi mahadahsyat itu tidak terulang lagi di bumi Aceh khususnya dan di Indonesia pada umumnya,'' kata Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa (22/12).
Prosesi simulasi bencana bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 70 Kabupaten Aceh Selatan itu, akan disaksikan langsung Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH dan pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pejabat Kepala SKPK, dengan melibatkan langsung sejumlah masyarakat dan ulama serta unsur pemerintahan.
Menurutnya, tujuan digelar simulasi bencana alam Gempa dan tsunami tersebut, untuk melatih masyarakat serta instansi terkait lainnya dalam merespon jika sewaktu-waktu daerah itu terjadi bencana alam.
''Dengan digelarnya simulasi itu, maka masyarakat korban Gempa dan Tsunami sudah tahu cara menyelamatkan diri dan juga sudah tahu jalur evakuasi yang telah disiapkan. Demikian juga terhadap petugas dari instansi terkait yang akan memberikan bantuan, juga sudah tahu tugas pokok dan fungsi (Tufoksi) masing-masing, sehingga upaya penanganan yang diberikan dapat lebih terkoordinir dan solid,'' papar Mayfendri.
Pihaknya berharap, dengan momentum peringatan bencana alam tsunami dan gempa bumi yang disanding dengan HUT Aceh Selatan, dapat jadikan motivasi untuk membangkitkan semangat masyarakat menuju kemajuan pembangunan Aceh Selatan lebih terdepan, makmur dan sejahtera.
''Kunci dasar untuk menyukseskan program itu adalah persatuan dan kesatuan masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya Pemkab Aceh Selatan yang sedang giat-giatnya memacu laju pembangunan daerah demi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,'' imbuhnya.
Untuk menyukseskan acara dimaksud, kata Mayfendri, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan termasuk akan menurunkan berbagai fasilitas penanggulangan bencana alam seperti mobil ambulance, dan peralatan penanggulangan bencana lainnya.
Acara dalam rangka memperingati 11 tahun kejadian Gempa disusul bencana Tsunami yang meluluh lantakkan sebagian bumi Aceh itu, dimulai dengan doa bersama untuk warga korban Tsunami serta dirangkai dengan simulasi Gempa bumi dan Tsunami yang melibatkan puluhan masyarakat dan tim relawan serta unsue pemerintahan dari dinas terkait.
''Dalam rangka memperingati 11 tahun tsunami Aceh yang menggemparkan dunia, relawan Satgas SAR, PMI, RAPI dan Tagana Aceh Selatan akan menggelar refleksi berupa Doa bersama, pengajian Al Quran dan yasinan dengan dirangkai simulasi untuk meminta ampunan serta memohon kepada Allah SWT semoga tragedi mahadahsyat itu tidak terulang lagi di bumi Aceh khususnya dan di Indonesia pada umumnya,'' kata Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa (22/12).
Prosesi simulasi bencana bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 70 Kabupaten Aceh Selatan itu, akan disaksikan langsung Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH dan pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pejabat Kepala SKPK, dengan melibatkan langsung sejumlah masyarakat dan ulama serta unsur pemerintahan.
Menurutnya, tujuan digelar simulasi bencana alam Gempa dan tsunami tersebut, untuk melatih masyarakat serta instansi terkait lainnya dalam merespon jika sewaktu-waktu daerah itu terjadi bencana alam.
''Dengan digelarnya simulasi itu, maka masyarakat korban Gempa dan Tsunami sudah tahu cara menyelamatkan diri dan juga sudah tahu jalur evakuasi yang telah disiapkan. Demikian juga terhadap petugas dari instansi terkait yang akan memberikan bantuan, juga sudah tahu tugas pokok dan fungsi (Tufoksi) masing-masing, sehingga upaya penanganan yang diberikan dapat lebih terkoordinir dan solid,'' papar Mayfendri.
Pihaknya berharap, dengan momentum peringatan bencana alam tsunami dan gempa bumi yang disanding dengan HUT Aceh Selatan, dapat jadikan motivasi untuk membangkitkan semangat masyarakat menuju kemajuan pembangunan Aceh Selatan lebih terdepan, makmur dan sejahtera.
''Kunci dasar untuk menyukseskan program itu adalah persatuan dan kesatuan masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya Pemkab Aceh Selatan yang sedang giat-giatnya memacu laju pembangunan daerah demi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,'' imbuhnya.
Untuk menyukseskan acara dimaksud, kata Mayfendri, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan termasuk akan menurunkan berbagai fasilitas penanggulangan bencana alam seperti mobil ambulance, dan peralatan penanggulangan bencana lainnya.
Pewarta: Pewarta : HendrikUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.